Ilustrasi enam bintang merah dengan jejak kimia litium yang tidak biasa, menunjukkan kemungkinan mereka telah menelan planet di sekitarnya.
Ilustrasi enam bintang merah dengan jejak kimia litium yang tidak biasa, menunjukkan kemungkinan mereka telah menelan planet di sekitarnya.

Temuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik melihat bagaimana jejak kimia bisa mengungkap peristiwa kosmik yang tak terlihat.

6 Bintang Merah Diduga Telan Planet Alur cerita dan fakta utama

Enam bintang katai merah di Bima Sakti menunjukkan kandungan litium yang tidak biasa di atmosfernya, sebuah temuan yang mencurigakan karena bintang jenis ini biasanya menghancurkan litium sejak dini. Penelitian yang diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society menganalisis data dari survei Gaia-ESO dan menemukan bahwa keberadaan litium berlebih hanya bisa dijelaskan jika bintang-bintang tersebut baru-baru ini menelan planet berbatu. Litium tidak bertahan lama di dalam bintang, sehingga kemunculannya kembali menunjukkan adanya materi baru yang masuk—kemungkinan besar dari planet yang hancur.

Para astronom menggunakan pendekatan nekroplanetologi, yaitu studi jejak sisa setelah planet hancur, untuk menyelidiki perilaku bintang. Meski bintang katai merah hidup sangat lama, mereka biasanya tidak menyimpan litium setelah masa awal evolusinya. Keberadaan litium di enam bintang ini menjadi anomali yang sulit dijelaskan tanpa adanya penyerapan massa eksternal.

Model simulasi menunjukkan bahwa untuk menghasilkan sinyal litium yang teramati, masing-masing bintang harus telah menelan antara tiga hingga sepuluh kali massa Bumi dalam bentuk planet berbatu. Temuan ini memberi bukti tidak langsung bahwa sistem bintang katai merah—yang dikenal padat dengan planet kecil—bisa mengalami destabilisasi orbit yang menyebabkan planet ditelan. Penelitian ini membuka jalan untuk lebih memahami dinamika sistem bintang tua dan nasib planet di sekitarnya.

Fakta

  • Enam bintang katai merah menunjukkan kandungan litium yang tidak biasa di atmosfernya.
  • Litium biasanya hancur cepat di bintang katai merah, sehingga keberadaannya menunjukkan adanya materi baru dari luar.
  • Penelitian menggunakan data dari survei Gaia-ESO dan diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
  • Model menunjukkan bintang perlu menelan 3–10 kali massa Bumi untuk menghasilkan sinyal litium yang teramati.
  • Temuan mendukung teori nekroplanetologi, yaitu studi jejak setelah planet hancur oleh bintang.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial