Ilustrasi Bumi yang berputar lebih lambat dengan tangan figuratif merentang seperti atlet seluncur indah, menunjukkan bagaimana redistribusi massa dari pencairan es memengaruhi rotasi.
Ilustrasi Bumi yang berputar lebih lambat dengan tangan figuratif merentang seperti atlet seluncur indah, menunjukkan bagaimana redistribusi massa dari pencairan es memengaruhi rotasi.

Perubahan kecil yang mengubah keseimbangan planet ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu perubahan iklim.

Manusia Perlahan Perlambat Rotasi Bumi Alur cerita dan fakta utama

Aktivitas manusia kini terbukti memperlambat rotasi Bumi akibat perubahan distribusi massa dari pencairan es kutub dan pemanasan global. Riset dari University of Vienna dan ETH Zurich menunjukkan bahwa pemanasan global mengalirkan air dari kutub ke khatulistiwa, mengubah momentum rotasi planet. Fenomena ini dianalogikan seperti atlet seluncur indah yang merentangkan tangan untuk memperlambat putaran tubuhnya.

Para ilmuwan menghitung bahwa panjang hari bertambah sekitar 1,33 milidetik per abad akibat perpindahan massa sekitar 1.000 gigaton dari kutub ke lautan. Untuk membayangkannya, ini setara dengan kubus es setinggi 10 kilometer di atas New York. Energi yang terlibat setara dengan gempa bermagnitudo 9,0, meski tidak menyebabkan kerusakan geologis.

Data geologi purba dari fosil foraminifera dan analisis machine learning menunjukkan bahwa laju perlambatan saat ini adalah yang paling signifikan dalam 3,6 juta tahun terakhir. Jika tren emisi gas rumah kaca terus berlanjut, pengaruh perubahan iklim diperkirakan akan melampaui efek gravitasi Bulan terhadap rotasi Bumi dalam beberapa dekade ke depan.

Fakta

  • Rotasi Bumi melambat sekitar 1,33 milidetik per abad akibat redistribusi massa dari pencairan es kutub.
  • Perpindahan massa sekitar 1.000 gigaton dari kutub ke khatulistiwa setara dengan kubus es setinggi 10 km di atas New York.
  • Energi yang terlibat dalam perlambatan rotasi setara dengan gempa bermagnitudo 9,0 menurut Prof. Benedikt Soja dari ETH Zurich.
  • Riset University of Vienna dan ETH Zurich menggunakan fosil foraminifera dan machine learning untuk analisis data 3,6 juta tahun.
  • Jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan, pengaruh perubahan iklim akan melampaui efek gravitasi Bulan terhadap rotasi Bumi pada akhir abad ini.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial