Ilustrasi botol sampel biodiesel sawit dan alat uji di laboratorium, menunjukkan kesiapan penerapan B50 sebagai campuran solar nasional.
Ilustrasi botol sampel biodiesel sawit dan alat uji di laboratorium, menunjukkan kesiapan penerapan B50 sebagai campuran solar nasional.

Kenaikan alokasi CPO untuk B50 menunjukkan percepatan kemandirian energi, konteks yang berguna bagi rekan atau teman yang mengikuti kebijakan energi nasional.

Alokasi CPO untuk B50 Naik 2 Juta KL Alur cerita dan fakta utama

Pemerintah Indonesia memproyeksikan kenaikan alokasi minyak kelapa sawit (CPO) untuk campuran biodiesel B50 sebesar 2 juta kiloliter dari target awal pada 2026. Mandatori B50 akan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026, menggantikan B40 yang telah berjalan sejak 2025. Kebijakan ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor solar dan mendorong kemandirian energi nasional.

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa alokasi biodiesel tahun 2026 awalnya ditargetkan 15,6 juta kiloliter, namun kini dinaikkan menjadi 17,6 juta kiloliter. Hingga April 2026, realisasi penyaluran sudah mencapai 29,51 persen dari total alokasi. Kebijakan B40 pada 2025 berhasil menyerap 95,67 persen dari alokasi dan menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun.

Dengan penerapan B50, pemerintah memperkirakan penghematan devisa bisa mencapai Rp157,28 triliun, peningkatan nilai tambah CPO hingga Rp24,68 triliun, penyerapan tenaga kerja 2,2 juta orang, serta penurunan emisi karbon sebesar 46,72 juta ton CO2. Sebelum diterapkan secara nasional, pemerintah terus melakukan uji coba di sektor kapal, alat berat, dan kereta api untuk memastikan keamanan teknis.

Fakta

  • Alokasi CPO untuk B50 pada 2026 diproyeksikan naik 2 juta kiloliter dari target awal, menjadi 17,6 juta kiloliter.
  • Mandatori B50 akan diterapkan mulai 1 Juli 2026 hingga 2030 sebagai pengganti B40.
  • Penerapan B50 diperkirakan hemat devisa hingga Rp157,28 triliun dan serap 2,2 juta tenaga kerja.
  • Pemerintah terus uji coba B50 di sektor kapal, alat berat, dan kereta api sebelum penerapan nasional.
  • Program B40 pada 2025 mencapai realisasi 95,67 persen dari alokasi dan hemat devisa Rp133,3 triliun.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial