
Kekalahan lewat adu penalti memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti perjalanan Arsenal musim ini.

Arsenal Gagal di Final Liga Champions Alur cerita dan fakta utama
Arsenal gagal meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah dari Paris Saint-Germain dalam adu penalti pada final 2026. Pertandingan berakhir 1-1 setelah 120 menit, dengan Kai Havertz mencetak gol awal untuk Arsenal dan PSG menyamakan kedudukan di babak kedua. Meski tampil disiplin dan bertahan dengan baik, Arsenal harus gugur saat Gabriel Magalhães gagal mengeksekusi penalti terakhir.
Pelatih Mikel Arteta menyampaikan rasa sakit yang mendalam usai pertandingan, meski memuji performa timnya dan menyebut PSG layak menang. Ia mengungkapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit yang tidak memberi penalti saat Noni Madueke terjatuh setelah kontak dengan Nuno Mendes di babak perpanjangan waktu, menyebut insiden itu 'bisa saja menjadi penalti'.
Bagi PSG, kemenangan ini menandai gelar Liga Champions kedua secara beruntun dan yang kedua dalam sejarah klub. Mereka menjadi tim yang dominan sepanjang musim menurut pelatih Luis Enrique, yang mengakui kesulitan menghadapi pertahanan Arsenal. Sementara Arsenal, meski meraih gelar Premier League musim ini, harus puas dengan kegagalan di panggung Eropa terbesar.
Fakta
- Arsenal kalah dari PSG dalam adu penalti di final Liga Champions 2026 setelah skor imbang 1-1 selama 120 menit.
- Gabriel Magalhães gagal mengeksekusi penalti terakhir untuk Arsenal, menjadi penentu kekalahan.
- Mikel Arteta menyatakan insiden antara Noni Madueke dan Nuno Mendes di babak perpanjangan waktu seharusnya berbuah penalti.
- PSG memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun dan kedua kalinya dalam sejarah klub.
- Arsenal belum pernah memenangkan gelar Liga Champions sejak pertama kali tampil di final.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





