
Langkah AS melabeli geng kriminal Brasil sebagai teroris menegaskan ketegangan soal kedaulatan, konteks penting bagi rekan yang mengikuti dinamika keamanan regional.

AS Cap Geng Brasil sebagai Teroris, Brasil Marah Alur cerita dan fakta utama
Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, telah mengklasifikasikan dua geng kriminal utama Brasil—Comando Vermelho (CV) dan Primeiro Comando da Capital (PCC)—sebagai organisasi teroris. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas kerja intelijen, penegakan hukum, dan sanksi internasional terhadap jaringan kriminal yang dinilai memiliki pengaruh lintas batas hingga ke wilayah AS. Kebijakan ini mengacu pada pendekatan era Trump terhadap kartel narkoba Meksiko pada 2025.
Namun, keputusan tersebut ditolak keras oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yang menyebutnya sebagai campur tangan asing yang merendahkan kedaulatan negara. Dalam pidato emosional, Lula menegaskan bahwa Brasil mampu menangani ancaman kejahatan terorganisirnya sendiri dan menolak diperlakukan seperti "republik kecil yang tidak berarti". Ia juga menyindir bahwa teroris yang dicari AS bukanlah geng kriminal domestik, sambil menyoroti ketidakadilan karena senjata dari AS turut memicu kekerasan di Brasil.
Langkah AS ini memperuncing perbedaan geopolitik, di mana negara-negara berhaluan kiri-tengah seperti Brasil menolak klasifikasi teroris untuk kelompok kriminal domestik, sementara negara kanan seperti Ekuador dan Honduras mendukung. Isu ini muncul setelah operasi besar Brasil melawan CV pada Oktober tahun lalu yang menewaskan banyak orang, serta di tengung perjanjian keamanan bilateral April lalu. Kini, hubungan kedua negara berada di bawah tekanan baru.
Fakta
- AS mengklasifikasikan Comando Vermelho (CV) dan PCC sebagai organisasi teroris melalui pernyataan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
- Presiden Brasil Lula da Silva menolak keras keputusan AS, menyebutnya sebagai campur tangan yang merendahkan kedaulatan negara.
- Lula menyindir AS: "Jika ingin perangi kejahatan terorganisir, serahkan penjahat kami yang di AS," merujuk pada penyelundupan senjata.
- Sahabat politik Lula menentang kebijakan ini, sementara Flavio Bolsonaro mendukung keputusan AS.
- Langkah AS mengingatkan pada klasifikasi kartel Meksiko sebagai teroris di era Trump pada 2025.
- Perjanjian keamanan AS-Brasil April 2026 kini terancam oleh ketegangan baru ini.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





