
Misi uji coba ini memberi konteks penting untuk rekan atau teman yang mengikuti perkembangan eksplorasi Bulan.

Kru Artemis III: 3 NASA, 1 ESA Alur cerita dan fakta utama
NASA telah mengumumkan empat astronaut yang akan menjadi kru utama misi Artemis III, yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Misi ini awalnya direncanakan sebagai pendaratan berawak pertama ke Bulan sejak 1972, namun kini dialihkan menjadi misi validasi teknologi. Artemis III akan menguji kemampuan kapsul Orion untuk bertemu dan menyambung dengan dua sistem pendarat komersial: Blue Moon dari Blue Origin dan Starship dari SpaceX.
Komandan misi adalah Randy Bresnik dari NASA, didampingi pilot Luca Parmitano dari ESA — yang menjadi astronaut ESA pertama dalam program Artemis. Frank Rubio dan Andre Douglas bertindak sebagai mission specialist. Bob Hines ditunjuk sebagai anggota kru cadangan. Tidak ada astronaut wanita dalam misi ini.
Misi berlangsung sekitar dua pekan, dengan fokus pada pengujian operasional di orbit rendah Bulan. Hasil dari Artemis III akan menentukan kesiapan sistem pendarat sebelum pendaratan berawak resmi dilakukan melalui Artemis IV pada 2028. Perubahan rencana ini mencerminkan kompleksitas teknis dan kehati-hatian NASA dalam memastikan keselamatan dan keberhasilan misi jangka panjang ke Bulan.
Fakta
- NASA mengumumkan kru Artemis III pada 9 Juni 2026, terdiri dari Randy Bresnik (komandan), Luca Parmitano (pilot), Frank Rubio (mission specialist 1), dan Andre Douglas (mission specialist 2).
- Luca Parmitano dari ESA menjadi astronaut Eropa pertama dalam misi Artemis, menandai keterlibatan internasional resmi.
- Artemis III dijadwalkan meluncur pada 2027 dan akan menguji pertemuan Orion dengan pendarat Blue Origin dan SpaceX, bukan mendarat di Bulan.
- Pendaratan berawak kini ditargetkan terjadi pada Artemis IV pada 2028.
- Misi ini berlangsung sekitar dua pekan dan menjadi ujian kritis bagi sistem pendarat komersial sebelum digunakan secara operasional.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





