
Fenomena langit yang indah ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti peristiwa astronomi musim panas.

Awan Bercahaya di Langit Malam Alur cerita dan fakta utama
Awan noctilucent adalah fenomena langka yang terjadi di mesosfer, lapisan atmosfer Bumi pada ketinggian 76 hingga 85 kilometer. Berbeda dengan awan biasa, awan ini tampak bercahaya di malam hari karena kristal es di dalamnya memantulkan cahaya matahari yang sudah berada di bawah cakrawala. Warna biru keperakan dan bentuknya yang tipis menyerupai gelombang halus membuatnya sering disangka aurora.
Fenomena ini umumnya terjadi pada musim panas di wilayah lintang tinggi, seperti antara akhir Mei hingga awal Agustus di Belahan Bumi Utara. Di Juni 2026, kemunculannya bisa diamati bersamaan dengan sejumlah peristiwa astronomi lain seperti konjungsi Venus-Jupiter dan Strawberry Moon. Awan ini terbentuk dari uap air yang membeku di sekitar partikel debu mikroskopis, yang berasal dari mikrometeorit, letusan gunung berapi, atau polusi atmosfer atas.
Untuk mengamati awan noctilucent, waktu terbaik adalah 1–2 jam setelah matahari terbenam atau sebelum terbit, dengan lokasi yang minim polusi cahaya. Meski langka, fenomena ini juga penting bagi ilmu pengetahuan karena bisa memberi petunjuk tentang kondisi mesosfer, perubahan iklim, dan aktivitas partikel di atmosfer atas. Peneliti menggunakannya sebagai indikator dinamika atmosfer yang sulit dijangkau.
Fakta
- Awan noctilucent muncul di mesosfer pada ketinggian 76–85 km di atas permukaan Bumi.
- Fenomena ini terlihat bercahaya karena kristal es memantulkan cahaya matahari dari bawah cakrawala.
- Awan ini paling sering terlihat di Belahan Bumi Utara antara akhir Mei hingga awal Agustus.
- Partikel debu dari mikrometeorit, letusan gunung, dan polusi membantu terbentuknya kristal es.
- Di Juni 2026, awan noctilucent bisa diamati bersama konjungsi Venus-Jupiter dan Strawberry Moon.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





