
Perpanjangan bansos ini memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti isu daya beli dan stabilitas harga pangan.

Bansos Pangan Diperpanjang Hingga Juni Alur cerita dan fakta utama
Pemerintah memperpanjang program bantuan sosial pangan berupa beras dan minyak goreng hingga Juni 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program ini dijalankan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan stabilitas pasokan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa perpanjangan bansos bertujuan memperkuat akses pangan bagi 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekaligus menekan tekanan harga di pasar. Minyak goreng Minyakita didistribusikan sebanyak empat liter per KPM, dengan total penyaluran mencapai 132,9 ribu kiloliter secara bertahap selama Mei hingga Juni.
Pemerintah juga menggencarkan distribusi melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) agar pasokan di pasar rakyat tetap terjaga. Data BPS menunjukkan tren penurunan harga Minyakita pada pekan kedua Mei, meskipun masih sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dinilai mencukupi, dengan Bulog mengelola 89 ribu kiloliter minyak goreng dan ID FOOD sebesar 700 kiloliter.
Fakta
- Program bansos pangan berupa beras dan minyak goreng diperpanjang hingga Juni 2026.
- Total penyaluran minyak goreng dalam program ini mencapai 132,9 ribu kiloliter untuk 11,5 juta KPM.
- Setiap KPM menerima empat liter minyak goreng Minyakita dan beras secara bertahap selama Mei–Juni 2026.
- Bulog mengelola stok CPP minyak goreng sebesar 89 ribu kiloliter, sementara ID FOOD menyimpan 700 kiloliter.
- Harga Minyakita menunjukkan tren penurunan mingguan pada pekan kedua Mei 2026, meski masih sedikit di atas HET.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





