
Pemangkasan gaji presiden dan menteri memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti isu ini.

Presiden Potong Gaji 50% Alur cerita dan fakta utama
Presiden Bolivia Rodrigo Paz memangkas gaji sendiri dan seluruh menteri hingga 50% sebagai respons terhadap krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade dan gelombang protes besar-besaran. Langkah tersebut dilakukan setelah demonstrasi anti-pemerintah meluas sejak awal Mei 2026, dipicu ketidakpuasan terhadap penanganan inflasi, kelangkaan bahan bakar, dan defisit devisa akibat subsidi energi yang membengkak. Meski Paz menjanjikan peran lebih besar bagi serikat pekerja dan masyarakat adat, serta memecat menteri tenaga kerja yang tidak populer, ketegangan terus memuncak.
Situasi di ibu kota La Paz semakin memburuk akibat blokade jalur logistik yang menyebabkan kelangkaan pangan, bahan bakar, dan obat-obatan. Bentrokan antara aparat kepolisian dan demonstran pecah saat upaya membubarkan blokade, menunjukkan kegagalan langkah kompromi sebelumnya. Paz menyatakan tetap terbuka untuk dialog, namun mengisyaratkan kemungkinan pemberlakuan keadaan darurat jika situasi tak kunjung mereda.
Paz, yang baru menjabat enam bulan dan dikenal sebagai pemimpin berhaluan kanan-tengah didukung AS, menggantikan era dominasi sosialisme Evo Morales. Namun kebijakannya dinilai belum mampu menstabilkan ekonomi. Morales, yang kini diburu polisi atas tuduhan perdagangan anak di bawah umur, turut menyerukan mundurnya Paz dan pemilu baru. Krisis saat ini mencerminkan ketegangan antara upaya pemulihan ekonomi dan tuntutan politik yang semakin tak terbendung.
Fakta
- Presiden Bolivia Rodrigo Paz memangkas gajinya sendiri dan seluruh menteri hingga 50% pada 26 Mei 2026 sebagai respons terhadap protes besar.
- Gaji presiden Bolivia turun dari sekitar Rp62 juta menjadi Rp31 juta per bulan setelah pemotongan.
- Demonstrasi anti-pemerintah meletus sejak awal Mei 2026 akibat krisis ekonomi terburuk dalam 40 tahun, termasuk kelangkaan pangan, bahan bakar, dan obat.
- Blokade jalur logistik di La Paz menyebabkan kelangkaan akut dan bentrokan dengan aparat kepolisian.
- Evo Morales menyerukan agar Paz mundur dan menggelar pemilu baru, meski kini diburu polisi atas tuduhan perdagangan anak di bawah umur.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





