Ilustrasi game Crazy Taxi: World Tour dengan taksi kuning ikonik melaju di kota futuristik, dengan elemen digital yang menunjukkan penggunaan AI dalam latar belakang.
Ilustrasi game Crazy Taxi: World Tour dengan taksi kuning ikonik melaju di kota futuristik, dengan elemen digital yang menunjukkan penggunaan AI dalam latar belakang.

Penggunaan AI dalam aset latar game ini memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti perkembangan teknologi dalam industri kreatif.

Crazy Taxi: World Tour Pakai AI Alur cerita dan fakta utama

Sega mengumumkan Crazy Taxi: World Tour, reboot dari game klasik tahun 2000-an, dengan penggunaan AI generatif dalam proses pengembangannya. Meski gameplay dan karakter utama tetap dirancang oleh manusia, perusahaan mengonfirmasi bahwa AI digunakan untuk membantu pembuatan aset latar belakang seperti pemandangan kota dan lingkungan jalan. Hasil dari proses AI tersebut tetap harus melalui tinjauan dan persetujuan oleh tim pengembang manusia.

Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan media, karena banyak yang khawatir teknologi AI bisa menggerus nilai seni dalam pengembangan game. Banyak pihak mempertanyakan batas antara efisiensi produksi dan orisinalitas kreatif, terutama karena AI bekerja dengan mempelajari konten yang sudah ada.

Sega menegaskan bahwa AI hanya berperan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia. Mereka menekankan bahwa tidak ada elemen AI yang digunakan untuk menggambarkan pemain atau karakter utama dalam game. Meski begitu, langkah ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana industri game besar mulai mengintegrasikan AI secara transparan, meski masih menyisakan pertanyaan soal masa depan pekerjaan kreatif di sektor ini.

Fakta

  • Crazy Taxi: World Tour diumumkan pada 8 Juni 2026 dengan penggunaan AI generatif dalam pengembangan.
  • Sega mengonfirmasi AI digunakan hanya untuk aset latar belakang dan tetap melalui tinjauan tim manusia.
  • Tidak ada elemen AI yang digunakan untuk karakter atau pemain dalam game.
  • Sega menyatakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas pengembang manusia.
  • Pernyataan resmi Sega menyebut AI membantu pengembang fokus pada tugas kreatif utama.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial