Ilustrasi dua planet raksasa bergerak liar di tata surya awal, mengganggu orbit bulan-bulan Uranus sebelum terlempar ke luar sistem.
Ilustrasi dua planet raksasa bergerak liar di tata surya awal, mengganggu orbit bulan-bulan Uranus sebelum terlempar ke luar sistem.

Dua planet raksasa yang hilang memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti sejarah tata surya kita.

2 Super-Bumi Hilang Guncang Tata Surya Alur cerita dan fakta utama

Sebuah studi baru mengungkap bahwa tata surya kita mungkin pernah memiliki enam planet raksasa di masa awal pembentukannya, termasuk dua planet tipe super-Bumi yang kini telah lenyap. Berdasarkan lebih dari 100 simulasi komputer yang diterbitkan dalam jurnal Icarus pada Maret 2026, dua planet ekstra ini sempat bergerak liar di antara Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus sebelum akhirnya terlempar ke ruang antarbintang akibat interaksi gravitasi yang kuat.

Penelitian yang dipimpin Matthew Clement dari Johns Hopkins University menunjukkan bahwa gangguan dari planet-planet yang hilang ini kemungkinan besar memicu tabrakan antar bulan di sekitar Uranus. Proses ini menjelaskan anomali komposisi bulan Miranda, yang mengandung 50 persen lebih banyak es dibandingkan bulan Uranus lainnya—jejak dari material yang teruapkan lalu terakumulasi kembali.

Di sisi lain, stabilitas orbit tiga bulan besar Jupiter—Io, Europa, dan Ganymede—dalam resonansi 1:2:4 mendukung skenario bahwa sistem Jupiter tidak mengalami gangguan besar. Temuan ini memperkuat teori 'giant planet instability' dan menunjukkan bahwa tata surya awal jauh lebih dinamis daripada yang selama ini diasumsikan.

Para ilmuwan, termasuk Nathan Kaib dari Planetary Science Institute, menyatakan bahwa meski planet-planet ini sudah tidak ada, memahami sejarahnya penting untuk menjelaskan bagaimana Bumi bisa terbentuk di tengah kekacauan kosmik miliaran tahun lalu.

Fakta

  • Studi dari Johns Hopkins University menggunakan 100.000 simulasi komputer untuk merekonstruksi sejarah awal tata surya.
  • Dua planet tipe super-Bumi pernah ada di tata surya awal, lalu terlempar ke ruang antarbintang akibat interaksi gravitasi.
  • Bulan Miranda milik Uranus memiliki 50 persen lebih banyak es dibanding bulan lainnya, diduga akibat tabrakan yang dipicu gangguan planet ekstra.
  • Tiga bulan Jupiter—Io, Europa, dan Ganymede—berada dalam resonansi orbit 1:2:4 yang sangat stabil, menunjukkan sistem Jupiter tidak terganggu parah.
  • Temuan ini mendukung dan memperluas 'Nice Model', teori ketidakstabilan planet raksasa yang pertama kali diusulkan pada 2005 di Prancis.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial