
Emisi setara letusan gunung berapi ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu konflik Timur Tengah dan dampak lingkungannya.

Emisi Serangan Kilang Minyak Iran Setara Letusan Gunung Alur cerita dan fakta utama
Sebuah studi baru mengungkap bahwa serangan udara terhadap empat kilang minyak dan fasilitas penyimpanan di Iran pada 7 Maret 2026 menghasilkan emisi sulfur dioksida (SO2) sebanyak 29.800 metrik ton dalam satu hari. Jumlah ini setara dengan atau bahkan melebihi total emisi dari letusan gunung berapi Eyjafjallajökull di Islandia pada 2010, yang dikenal mengganggu penerbangan Eropa selama hampir sebulan. Data satelit dari China dan Badan Antariksa Eropa menunjukkan awan gas beracun menyebar sejauh 2.000 kilometer ke arah Asia Timur pada 9 Maret.
Emisi besar SO2 menyebabkan polusi udara parah di Teheran, dengan warga melaporkan gejala seperti sakit kepala, iritasi mata dan kulit, rasa pahit di mulut, serta kesulitan bernapas. Polutan ini juga bercampur dengan hujan, membentuk hujan hitam yang bersifat korosif dan mengandung partikel beracun seperti hidrokarbon. SO2 dikenal sebagai penyebab utama hujan asam, yang dapat merusak tanah, mencemari air, dan mengganggu ekosistem.
Studi yang diterbitkan di jurnal Advances in Atmospheric Sciences pada 26 Mei 2026 juga mencatat bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran telah menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) lebih besar daripada total emisi tahunan Islandia pada 2024. Meskipun durasi emisi relatif singkat, para peneliti menekankan bahwa dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak boleh diabaikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek jangka panjang dari paparan polutan ini terhadap populasi yang terdampak.
Fakta
- Serangan udara ke kilang minyak Iran pada 7 Maret 2026 lepaskan 29.800 metrik ton SO2 dalam satu hari.
- Emisi SO2 setara atau melebihi total dari letusan gunung Eyjafjallajökull 2010 yang berlangsung tiga hari.
- Awan gas menyebar 2.000 km ke Asia Timur dan menyebabkan hujan hitam beracun di wilayah terdampak.
- Warga Teheran melaporkan sakit kepala, iritasi mata, dan kesulitan bernapas akibat polusi udara.
- Konflik AS-Israel-Iran antara 28 Februari–14 Maret 2026 hasilkan lebih banyak CO2 daripada emisi tahunan Islandia 2024.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





