
Film ini menunjukkan kekuatan sinema aksi Indonesia di kancah global, konteks yang menarik untuk rekan atau teman yang mengikuti perkembangan perfilman Asia.

Film Joe Taslim Dipuji Bos DC Alur cerita dan fakta utama
Film aksi terbaru Joe Taslim berjudul The Furious mendapat pujian luas, termasuk dari James Gunn, kepala studio DC. Gunn memuji film ini sebagai salah satu karya aksi terbaik saat ini, bahkan menyebut sutradaranya, Kenji Tanigaki, berhasil melampaui karyanya sebelumnya seperti Walled In. Ia mengajak tim produksi Man of Tomorrow untuk menonton bersama di bioskop, menunjukkan betapa kuatnya dampak film ini di lingkaran perfilman internasional.
The Furious sendiri telah meraih skor 97% di Rotten Tomatoes dan 95% di Popcornmeter, menunjukkan sambutan positif dari kritikus maupun penonton umum. Film ini dibintangi oleh Joe Taslim sebagai Navin, seorang jurnalis investigasi yang terlibat dalam penyelidikan perdagangan anak di Asia Tenggara. Untuk memerankan tokoh tersebut, Joe melakukan riset intensif dengan menonton banyak dokumenter, terutama dari saluran Australia ABC.
Joe Taslim mengungkapkan bahwa proses pendalaman karakter sangat intens, mulai dari riset hingga eksekusi emosi di depan kamera. Film ini juga dibandingkan dengan The Raid (2011) dan John Wick (2014) karena kualitas aksinya yang dinilai lebih unggul dari banyak film sejenis. The Furious dibintangi pula oleh Miao Xie, Brian Le, dan Enyou Yang, dan menjadi sorotan global sebagai representasi kuat sinema aksi Asia.
Fakta
- James Gunn memuji film The Furious sebagai salah satu film aksi terbaik saat ini.
- The Furious mendapat skor 97% di Rotten Tomatoes dan 95% di Popcornmeter.
- Joe Taslim berperan sebagai Navin, jurnalis investigasi yang menyelidiki perdagangan anak di Asia Tenggara.
- Joe melakukan riset intensif dengan menonton dokumenter dari ABC Australia.
- Film ini disutradarai oleh Kenji Tanigaki, yang sebelumnya dikenal lewat Walled In.
- The Furious dibandingkan dengan The Raid (2011) dan John Wick (2014) karena kualitas aksinya.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





