Ilustrasi ponsel dengan aplikasi Folaplay terbuka, menampilkan logo Piala Dunia 2026 dan tombol tonton
Ilustrasi ponsel dengan aplikasi Folaplay terbuka, menampilkan logo Piala Dunia 2026 dan tombol tonton

Kini tonton Piala Dunia 2026 lewat ponsel lebih mudah, konteks lengkap ini bisa jadi bahan obrolan dengan teman yang juga penggemar sepak bola.

Folaplay Hadir di Android Indonesia Alur cerita dan fakta utama

Aplikasi streaming resmi Piala Dunia 2026, Folaplay, kini tersedia bagi pengguna Android di Indonesia. Platform digital ini hadir sebagai mitra TVRI untuk menyiarkan seluruh pertandingan turnamen sepak bola terbesar dunia secara langsung dan on-demand. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa menonton siaran langsung, tayangan ulang, highlight, hingga konten pendukung seperti micro drama khusus Piala Dunia.

Untuk mengakses konten, pengguna harus berlangganan salah satu dari dua paket: Paket Bola Gembira 7 Hari seharga Rp25.000 atau Paket Bola Gembira Full seharga Rp85.000 yang mencakup akses penuh ke seluruh 104 pertandingan. Aplikasi saat ini baru tersedia di toko Android, sementara versi untuk iOS belum dirilis di Indonesia.

Ketersediaan Folaplay memperluas opsi masyarakat menonton Piala Dunia 2026 secara digital, selain melalui siaran TVRI. Namun, koneksi internet stabil tetap dibutuhkan untuk pengalaman menonton yang lancar. Kehadiran platform ini menandai pergeseran ke arah konsumsi konten olahraga berbasis mobile dan streaming di Indonesia.

Fakta

  • Aplikasi streaming resmi Piala Dunia 2026 bernama Folaplay kini tersedia untuk pengguna Android di Indonesia.
  • Folaplay bekerja sama dengan TVRI untuk menyiarkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 secara digital.
  • Tersedia dua paket berlangganan: Paket Bola Gembira 7 Hari (Rp25.000) dan Paket Bola Gembira Full (Rp85.000).
  • Aplikasi belum tersedia di Apple App Store untuk pengguna iPhone di Indonesia.
  • Selain Folaplay, pertandingan Piala Dunia 2026 juga disiarkan melalui TVRI.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial