Foto komposit bintang berbentuk lingkaran konsentris di langit malam dengan latar depan kubah Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur
Foto komposit bintang berbentuk lingkaran konsentris di langit malam dengan latar depan kubah Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur

Perputaran Bumi yang tak terlihat jadi nyata lewat jejak cahaya bintang, konteks yang pas untuk teman yang penasaran dengan astronomi dasar.

Foto Jejak Bintang Buktikan Bumi Berputar Alur cerita dan fakta utama

Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur menjadi lokasi ideal untuk mendokumentasikan fenomena jejak bintang atau star trail. Selama 10 jam, mulai 18 Juni 2026 pukul 19.00 WITA, peneliti BRIN Thomas Djamaluddin melakukan pemotretan langit malam yang menghasilkan pola cahaya bintang berbentuk lingkaran konsentris di langit selatan. Meski kamera hanya merekam tiga jam penuh, hasilnya cukup menunjukkan pergerakan semu bintang akibat rotasi Bumi.

Fenomena ini bukan sekadar keindahan visual, tetapi bukti nyata bahwa Bumi berputar pada porosnya setiap 24 jam. Banyak orang menyaksikan Matahari terbit dan terbenam tanpa menyadari bahwa itu adalah efek dari rotasi Bumi, bukan gerak Matahari mengelilingi Bumi. Pola jejak bintang yang terpusat di kutub selatan langit membuktikan sumbu rotasi Bumi yang diperpanjang ke angkasa.

Posisi Observatorium Timau di belahan Bumi selatan membuatnya sangat cocok untuk menangkap fenomena ini. Langitnya yang gelap, bersih dari polusi cahaya, dan minim gangguan awan menjadi faktor kunci keberhasilan dokumentasi. Teknik ini memang tidak rumit, tetapi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan lokasi yang ideal. Hasil foto ini menjadi alat edukasi yang kuat untuk memahami astronomi dasar secara visual.

Fakta

  • Thomas Djamaluddin dari BRIN melakukan pemotretan jejak bintang selama 10 jam di Observatorium Nasional Timau pada 18 Juni 2026
  • Foto menunjukkan pola cahaya bintang berbentuk lingkaran konsentris akibat rotasi Bumi selama 24 jam
  • Observatorium Timau berada di belahan Bumi selatan, lokasi ideal untuk menangkap jejak bintang di sekitar kutub selatan langit
  • Langit Timau memiliki kondisi gelap dan bersih dari polusi cahaya, mendukung dokumentasi astronomi berkualitas tinggi

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial