
Fenomena gerhana matahari total 12 Agustus 2026 memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu astronomi ini.

Gerhana Matahari Total Terjadi 12 Agustus 2026 Alur cerita dan fakta utama
Sebuah informasi keliru tentang gerhana matahari yang disebut terjadi pada 12 Juni 2026 tersebar di media sosial. Astronom amatir Marufin Sudibyo menegaskan bahwa klaim tersebut adalah hoaks karena tidak memenuhi syarat astronomis dasar. Gerhana matahari hanya bisa terjadi jika terjadi konjungsi Bulan-Matahari dan elongasi Bulan saat konjungsi kurang dari 0,5 derajat. Pada 12 Juni 2026, dua syarat itu tidak terpenuhi.
Namun, gerhana matahari total benar akan terjadi beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 12 Agustus 2026. Pada hari itu, konjungsi Bulan-Matahari terjadi dengan elongasi di bawah ambang batas, memungkinkan terjadinya gerhana total. Fenomena ini hanya akan terlihat dari sebagian kecil belahan bumi utara.
Wilayah yang bisa menyaksikan gerhana total terbatas pada Greenland dan Islandia. Sebagian besar Amerika Utara, Eropa, dan Afrika Barat hanya akan melihat gerhana sebagian. Indonesia berada di luar jalur penumbra, sehingga sama sekali tidak bisa melihat fenomena ini. Masyarakat di Tanah Air tidak perlu menunggu fenomena langit ini pada Agustus 2026.
Fakta
- Informasi tentang gerhana matahari pada 12 Juni 2026 adalah hoaks menurut astronom amatir Marufin Sudibyo.
- Gerhana matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026, bukan 12 Juni.
- Gerhana total hanya terlihat di Greenland dan Islandia, dengan sebagian wilayah Amerika Utara, Eropa, dan Afrika Barat melihat gerhana sebagian.
- Indonesia berada di luar jalur penumbra, sehingga tidak bisa menyaksikan gerhana ini sama sekali.
- Dua syarat astronomis gerhana matahari adalah konjungsi Bulan-Matahari dan elongasi Bulan kurang dari 0,5 derajat.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





