Ilustrasi aplikasi Grab dengan latar warna oranye khas, simbol kendaraan dan pengantaran makanan, serta teks 'Grab: Kami Tetap di Indonesia'.
Ilustrasi aplikasi Grab dengan latar warna oranye khas, simbol kendaraan dan pengantaran makanan, serta teks 'Grab: Kami Tetap di Indonesia'.

Klarifikasi ini memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Grab Bantah Isu Hengkang dari RI Alur cerita dan fakta utama

Grab Indonesia secara resmi membantah rumor yang beredar di media sosial mengenai rencana perusahaan untuk menghentikan operasi atau keluar dari pasar Indonesia. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan menekankan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Grab telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari satu dekade dan menjadi bagian dari aktivitas harian jutaan masyarakat. Perusahaan menyebut kontribusinya dalam sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online, serta telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.

Selain itu, Grab menjalankan program 'Grab untuk Indonesia' senilai lebih dari Rp 100 miliar yang ditujukan untuk mendukung mitra pengemudi. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya demi pertumbuhan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Fakta

  • Grab membantah rumor keluar dari Indonesia pada 3 Juni 2026.
  • CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyatakan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia.
  • Grab telah beroperasi di Indonesia lebih dari 10 tahun dan mendukung sekitar 50 persen pasar ride-hailing.
  • Grab membantu ciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.
  • Program 'Grab untuk Indonesia' bernilai lebih dari Rp 100 miliar untuk mitra pengemudi.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial