
Kedatangan kapal selam AS ke Australia memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti perkembangan keamanan Indo-Pasifik.

Kapal Selam Nuklir AS ke Australia Alur cerita dan fakta utama
Amerika Serikat akan mengerahkan skuadron kapal selam bertenaga nuklir ke pangkalan angkatan laut strategis di pantai barat Australia tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi perjanjian keamanan trilateral AUKUS bersama Inggris dan Australia. Kapal-kapal tersebut akan beroperasi secara bergilir di bawah komando Skuadron Kapal Selam AS 3, dengan personel Australia dan Inggris turut terlibat dalam operasi.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan bahwa kehadiran kapal selam AS akan membantu melatih personel Australia dan meletakkan dasar bagi kemampuan operasional mandiri di masa depan. Australia berencana membeli tiga kapal selam bekas dari AS mulai 2032 dan membangun kelas baru kapal selam nuklir bersama Inggris.
Pangkalan dekat Perth dipilih karena posisinya yang strategis, mendekatkan angkatan laut AS ke kawasan Laut China Selatan yang penuh ketegangan. Namun, proyek ini menghadapi tantangan, termasuk kekhawatiran atas laju produksi kapal selam yang lambat di AS dan Inggris yang berpotensi menyebabkan kesenjangan kapabilitas sebelum tahun 2040.
Fakta
- Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengumumkan pada 13 Juni 2026 bahwa Angkatan Laut AS akan mengerahkan skuadron kapal selam nuklir ke Australia tahun ini.
- Empat kapal selam AS akan beroperasi bergilir dari pelabuhan di pantai barat Australia mulai tahun depan di bawah perjanjian AUKUS.
- Personel Skuadron Kapal Selam AS 3 akan bekerja sama dengan personel Australia dan Inggris untuk melatih operasional kapal selam nuklir.
- Pangkalan dekat Perth dipilih karena strategis bagi akses ke Laut China Selatan di tengah ketegangan regional.
- Australia akan membeli tiga kapal selam bekas AS mulai 2032 dan membangun kelas kapal selam nuklir baru bersama Inggris.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





