
Impor emas dari Australia dan Hong Kong memberi konteks ringan untuk rekan atau teman yang mengikuti dinamika logam mulia.

Impor Emas RI Capai Rp 6,71 T Alur cerita dan fakta utama
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor 2,50 ton emas pada April 2026 senilai US$ 377,2 juta atau setara Rp 6,71 triliun. Suplai utama berasal dari tiga negara: Australia, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab. Australia menjadi penyuplai terbesar dengan 1,3 ton senilai US$ 199,2 juta, menyumbang lebih dari 50% dari total impor emas bulan itu.
Hong Kong menyusul dengan 533 kg senilai US$ 81,7 juta, sementara Uni Emirat Arab menyuplai 240 kg senilai US$ 36,4 juta. Impor emas ini merupakan bagian dari arus masuk logam mulia dan perhiasan yang terus meningkat, terutama dari Australia. Secara keseluruhan, impor nonmigas dari Australia mencapai US$ 4,15 miliar dari Januari hingga April 2026.
Sektor logam mulia dan perhiasan/permata menyumbang US$ 1,39 miliar atau 33,54% dari total impor nonmigas dari Australia, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 314,13%. Selain emas, Indonesia juga mengimpor serealia dan bahan bakar mineral dari Australia, meski impor bahan bakar mineral justru turun 6,83% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Fakta
- Indonesia impor 2,50 ton emas pada April 2026 senilai US$ 377,2 juta (Rp 6,71 triliun).
- Australia menjadi penyuplai terbesar dengan 1,3 ton senilai US$ 199,2 juta.
- Hong Kong menyuplai 533 kg dan Uni Emirat Arab 240 kg emas ke Indonesia.
- Impor logam mulia dari Australia tumbuh 314,13% year-on-year pada Januari–April 2026.
- Sektor logam mulia dan perhiasan kontribusi 33,54% dari total impor nonmigas dari Australia.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial
