
Ketenangan ini bisa rapuh, penting bagi teman yang mengikuti perkembangan Timur Tengah untuk melihat konteks di balik jeda ini.

Iran dan Israel Hentikan Serangan, Ketegangan Belum Usai Alur cerita dan fakta utama
Iran dan Israel secara bersamaan mengumumkan penghentian serangan militer sementara setelah serangkaian aksi balasan pada awal Juni 2026. Keputusan ini muncul setelah Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas oleh serangan udara Israel ke fasilitas di Iran. Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan dari pihak Israel, Organisasi Darurat Nasional Iran mencatat 15 orang terluka akibat serangan tersebut, terutama di Provinsi Khuzestan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui turun tangan mendorong de-eskalasi, bahkan menunjukkan frustrasi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa kesepakatan damai antara Iran dan AS berada di ambang tercapai, meski belum ada konfirmasi resmi. Pakistan dan Qatar telah menjadi penengah dalam sejumlah putaran negosiasi tidak langsung.
Kendati ada jeda, militer kedua negara tetap dalam status siaga tinggi. Tidak ada jaminan bahwa ketenangan saat ini akan berlangsung lama, mengingat ketegangan struktural antara Iran dan Israel tetap ada. Pasar global dan negara-negara Timur Tengah tetap waspada terhadap potensi eskalasi lanjutan.
Fakta
- Iran dan Israel menghentikan serangan militer sementara pada Juni 2026 setelah saling menyerang.
- Iran meluncurkan rudal ke Israel, yang dibalas dengan serangan udara Israel ke wilayah Iran.
- Sedikitnya 15 orang terluka di Iran, terutama di Provinsi Khuzestan; tidak ada korban jiwa dilaporkan dari Israel.
- Presiden AS Donald Trump mendesak de-eskalasi dan menunjukkan frustrasi terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu.
- PM Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan kesepakatan damai antara Iran dan AS berada di tahap sangat dekat.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





