
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas, konteks penting bagi rekan atau teman yang mengikuti dinamika keamanan maritim global.

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Alur cerita dan fakta utama
Iran kembali menutup Selat Hormuz dan mengancam menembaki semua kapal yang melintas setelah serangan Amerika Serikat di wilayah selatan negara itu. Komando Khatam al-Anbiya menyatakan lalu lintas kapal sepenuhnya dilarang dan akan menjadi sasaran. Dua kapal yang mencoba melintas secara ilegal dilaporkan telah diserang oleh angkatan laut Iran.
Serangan AS terjadi di dekat Selat Hormuz, dengan ledakan terdengar di Bandar Abbas, pulau Qeshm, serta kota Minab dan Sirik. Media Iran melaporkan adanya proyektil musuh yang mengenai wilayah tersebut, menyusul pengakuan Washington atas serangan defensif yang dilakukan. Ketegangan antara kedua negara kembali memuncak di salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur transit bagi sekitar sepertiga pasokan minyak global yang dikirim melalui laut. Penutupan selat ini dapat mengganggu pasokan energi global dan memicu kenaikan harga minyak. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pihak internasional terkait korban atau kerusakan kapal sipil akibat ancaman tembakan tersebut.
Fakta
- Komando Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz dan ancaman tembakan ke semua kapal yang melintas pada 11 Juni 2026.
- Dua kapal yang mencoba melintas secara ilegal dilaporkan telah diserang oleh angkatan laut Iran.
- Serangan Amerika Serikat terjadi di dekat Selat Hormuz, dengan ledakan terdengar di Bandar Abbas, Qeshm, Minab, dan Sirik.
- Media Iran melaporkan serangan proyektil musuh di pulau Qeshm serta kota Kargan dan Sirik.
- AS mengakui melakukan serangan defensif sebagai respons terhadap ancaman dari Iran.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





