Ilustrasi delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan di Swiss setelah ancaman serangan dari Trump muncul di media sosial.
Ilustrasi delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan di Swiss setelah ancaman serangan dari Trump muncul di media sosial.

Ketegangan ini memberi konteks penting bagi rekan atau kolega yang mengikuti perkembangan diplomasi Timur Tengah.

Iran Walk Out dari Perundingan Damai Alur cerita dan fakta utama

Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss mengalami kemunduran mendadak setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman serangan baru terhadap Teheran melalui media sosial. Delegasi Iran langsung meninggalkan tempat negosiasi di Swiss pada 21 Juni 2026, menyusul unggahan Trump di Truth Social yang menyatakan akan menyerang Iran 'lebih keras lagi' jika milisi proksinya di Lebanon tidak segera ditarik.

Meskipun begitu, seorang diplomat yang mengetahui jalannya pembicaraan menyatakan kepada AFP bahwa Iran belum secara resmi mundur dari proses negosiasi. Ancaman Trump muncul bersamaan dengan baku tembak intens antara Hizbullah dan Israel di Lebanon, yang menjadi salah satu front utama ketegangan regional. Iran menegaskan bahwa angkatan bersenjatanya siap merespons ancaman tersebut.

Sebelum krisis ini, AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2026 yang mencakup komitmen menghentikan perang di semua front dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, Iran baru-baru ini menutup kembali selat strategis itu sebagai respons atas serangan Israel terhadap Hizbullah, menunjukkan ketegangan yang masih membara meski ada upaya damai.

Fakta

  • Delegasi Iran meninggalkan tempat perundingan di Swiss pada 21 Juni 2026 setelah Trump mengancam serang Teheran lewat Truth Social.
  • Trump menyatakan akan menyerang Iran 'lebih keras lagi' jika milisi proksinya di Lebanon tidak segera ditarik.
  • AS dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman damai pada 17 Juni 2026, termasuk komitmen membuka kembali Selat Hormuz.
  • Iran menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel terhadap Hizbullah.
  • Seorang diplomat menyatakan Iran belum secara resmi mundur dari negosiasi meski delegasi sudah keluar dari lokasi.
  • Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan angkatan bersenjata siap merespons ancaman AS.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial