
Peristiwa ini memberi konteks penting bagi rekan atau kolega yang mengikuti dinamika energi dan industri baja global.

Ledakan Tambang China Picu Panik Global Alur cerita dan fakta utama
Ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu di Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat malam (22/5/2026) menewaskan 82 pekerja dan menjadi kecelakaan tambang paling mematikan di China sejak 2009. Insiden ini memicu respons besar dari otoritas setempat, termasuk penghentian sementara operasi di sejumlah tambang utama untuk inspeksi keselamatan menyeluruh. Tambang yang terkena dampak dimiliki oleh Shanxi Tongzhou Coal Coking Group, perusahaan yang seluruh empat tambangnya kini ditutup sementara sambil menunggu hasil investigasi.
Langkah pengamanan ini langsung mengganggu pasokan batu bara kokas, bahan baku krusial bagi industri baja. Akibatnya, harga batu bara kokas di Dalian Commodity Exchange (DCE) melonjak 7,97% menjadi CNY 1.266,5 per ton, level tertinggi dalam hampir dua pekan. Kontrak coke juga naik 7,99% menjadi CNY 1.879 per ton. Survei Mysteel menunjukkan penghentian produksi di beberapa tambang berlangsung selama tiga hingga lima hari, mengurangi pasokan harian hingga 288.000 ton.
Kekhawatiran pengetatan pasokan diperkuat oleh tingkat persediaan batu bara yang relatif rendah di sejumlah wilayah utama China. Sementara itu, harga bijih besi hanya naik tipis karena lonjakan pengiriman dari Australia dan Brasil. Di pasar baja, produk seperti rebar, hot-rolled coil, dan wire rod menguat seiring kenaikan biaya bahan baku. Pasar kini mengamati seberapa lama inspeksi berlangsung dan apakah gangguan pasokan akan berlanjut.
Fakta
- Ledakan gas di tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja pada Jumat malam (22/5/2026).
- Harga batu bara kokas di Dalian Commodity Exchange melonjak 7,97% menjadi CNY 1.266,5 per ton, level tertinggi sejak 12 Mei 2026.
- Empat tambang milik Shanxi Tongzhou Coal Coking Group ditutup sementara dan para eksekutif ditahan pasca-insiden.
- Survei Mysteel menunjukkan penghentian produksi di tambang Shanxi mengurangi pasokan batu bara kokas hingga 288.000 ton per hari.
- Kontrak coke aktif di DCE naik 7,99% menjadi CNY 1.879 per ton, sementara bijih besi hanya naik 0,06% menjadi CNY 793 per ton.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





