
Kenaikan harga ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu konsol genggam dan dampak AI pada elektronik konsumen.

Harga Steam Deck Naik Drastis Alur cerita dan fakta utama
Valve secara resmi menaikkan harga perangkat genggam Steam Deck pada 2026, menyusul tekanan biaya produksi yang meningkat akibat kelangkaan komponen. Varian Steam Deck 512GB OLED naik dari 549 dolar AS menjadi 789 dolar AS, sementara tipe 1TB OLED melonjak dari 649 dolar AS menjadi 949 dolar AS—kenaikan setara sekitar Rp5,3 juta.
Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan komponen memori dan penyimpanan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang membuat pasokan global menjadi terbatas. Valve menyatakan bahwa harga baru mencerminkan realitas biaya logistik dan tantangan industri saat ini.
Di Indonesia, dampaknya diprediksi lebih besar karena perangkat tidak dijual resmi. Konsumen harus menambah biaya impor dan kelangkaan, membuat harga di pengecer lokal bisa melonjak Rp4–5 juta di atas harga global. Nasib harga konsol Steam Machine yang akan datang juga masih belum jelas, memicu spekulasi lebih lanjut.
Fakta
- Valve menaikkan harga Steam Deck mulai 2026 dengan kenaikan hingga 240 dolar AS per varian.
- Varian Steam Deck 512GB OLED naik dari 549 dolar AS menjadi 789 dolar AS, sementara 1TB OLED naik dari 649 dolar AS menjadi 949 dolar AS.
- Kenaikan harga disebabkan oleh meningkatnya biaya komponen memori dan penyimpanan akibat permintaan tinggi dari pengembangan teknologi AI.
- Konsumen di Indonesia menghadapi tambahan biaya impor hingga Rp4–5 juta di atas harga global.
- Valve belum mengumumkan harga resmi untuk konsol Steam Machine yang akan datang.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





