
Aksi Messi mencetak hat-trick memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti perburuan Sepatu Emas di Piala Dunia 2026.

Messi Puncaki Klasemen Sepatu Emas Alur cerita dan fakta utama
Piala Dunia 2026 di Amerika Utara telah memasuki babak penyisihan grup, dan persaingan individu untuk meraih Sepatu Emas sudah memanas. Lionel Messi memimpin klasemen sementara setelah mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Aljazair. Dengan tiga gol, Messi tidak hanya membawa juara bertahan meraih poin penuh, tetapi juga menyamai rekor 16 gol sepanjang masa Piala Dunia milik Miroslav Klose.
Di posisi terdekat, sejumlah bintang lain telah mencetak dua gol. Kylian Mbappé membawa Prancis menang atas Senegal dengan dua golnya, termasuk satu tendangan jarak jauh spektakuler. Erling Haaland juga tampil gemilang di laga perdana Norwegia, mencetak dua gol ke gawang Irak dalam kemenangan 4-1. Sementara itu, Harry Kane membuka kampanye Inggris dengan dua gol ke gawang Kroasia.
Selain nama-nama besar, beberapa pemain mengejutkan juga mencatatkan nama di papan skor. Elijah Just dari Selandia Baru mencetak dua gol kontra Iran, sedangkan Johan Manzambi dan Kai Havertz juga menunjukkan performa mencolok. Dengan masih panjangnya perjalanan turnamen, persaingan untuk gelar pencetak gol terbanyak diprediksi akan semakin ketat di babak selanjutnya.
Fakta
- Lionel Messi mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Aljazair pada 18 Juni 2026, memimpin klasemen sementara Sepatu Emas.
- Kylian Mbappé mencetak dua gol ke gawang Senegal, membawa Prancis menang 3-1 di laga pembuka Grup I.
- Erling Haaland mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 Norwegia atas Irak, menandai debut Piala Dunia-nya dengan gemilang.
- Harry Kane mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2, memulai kampanye Piala Dunia dengan kuat.
- Sebanyak 59 pemain telah mencetak satu gol di Piala Dunia 2026, termasuk Vinicius Junior, Marcus Rashford, dan Virgil van Dijk.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





