Ilustrasi kromosom Y yang memudar dari sel manusia, dengan latar belakang struktur DNA dan sel tubuh.
Ilustrasi kromosom Y yang memudar dari sel manusia, dengan latar belakang struktur DNA dan sel tubuh.

Temuan tentang kerapuhan kromosom Y memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti isu ini.

Kromosom Y Terancam Hilang? Alur cerita dan fakta utama

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kromosom Y, yang menentukan jenis kelamin laki-laki, berisiko menghilang dari sel manusia seiring bertambahnya usia. Fenomena ini, dikenal sebagai kehilangan kromosom Y (mLOY), sering terjadi pada sel darah, otak, dan sistem kekebalan pria lanjut usia. Studi menunjukkan kaitan erat antara mLOY dan peningkatan risiko penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, ginjal, dan Alzheimer.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa hilangnya kromosom Y pada sel imun jantung tikus menyebabkan gangguan kardiovaskular dan kematian. Pada manusia, hingga 40 persen pria lanjut usia dengan kanker kandung kemih kehilangan kromosom Y di sel tumor mereka. Sel imun tanpa kromosom Y juga terbukti kurang efektif melawan sel kanker.

Meski kromosom Y telah kehilangan sebagian besar gen leluhurnya—kini hanya menyisakan sekitar 3 persen—para ahli seperti Jennifer Hughes berargumen bahwa gen yang tersisa sangat penting sehingga tekanan evolusi akan mencegah kepunahan total. Namun, ilmuwan lain seperti Jenny Graves menilai gen tersebut bisa berpindah ke kromosom lain, seperti yang terjadi pada beberapa mamalia yang sudah tidak memiliki kromosom Y namun tetap bereproduksi.

Fakta

  • Kromosom Y diperkirakan bisa menghilang sepenuhnya dari spesies manusia dalam lima tahun ke depan menurut beberapa prediksi.
  • Hingga 40 persen pria lanjut usia dengan kanker kandung kemih kehilangan kromosom Y di sel tumor mereka (studi 2023).
  • Hilangnya kromosom Y pada sel imun tikus menyebabkan gangguan jantung dan kematian (riset 2022).
  • Kromosom Y kini hanya menyisakan sekitar 3 persen dari total gen leluhurnya akibat evolusi.
  • Ahli genetika Jennifer Hughes menyatakan tekanan evolusi akan menjaga gen penting di kromosom Y dari kepunahan.
  • Jenny Graves berpendapat gen penentu kelamin bisa berpindah ke kromosom lain, seperti pada beberapa mamalia tanpa kromosom Y.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial