
Temuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik dengan biologi unik hewan dan potensi manfaatnya bagi kesehatan manusia.

Misteri Kukang yang Bergerak Lambat Terpecahkan Alur cerita dan fakta utama
Sebuah studi terbaru mengungkap alasan di balik pergerakan sangat lambat kukang, hewan mamalia dengan metabolisme paling rendah di planet ini. Para peneliti menganalisis genom kukang berjari dua (Choloepus didactylus) dan menemukan aktivitas transposon atau 'gen loncat' yang telah berlangsung selama lebih dari 30 juta tahun. Gen-gen ini diduga membentuk sistem cadangan yang membantu kukang tetap berfungsi meski mitokondrinya bekerja sangat lambat.
Temuan ini menunjukkan bahwa kukang mengembangkan jalur genetik alternatif untuk mengelola energi secara efisien, sesuatu yang langka di dunia mamalia. Para ahli dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research dan Hospital Sírio Libanês menyatakan bahwa pemahaman terhadap mekanisme ini bisa membuka jalan baru dalam riset kesehatan manusia, terutama terkait diabetes, penuaan, dan penyakit neurodegeneratif.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Biology ini juga menyoroti potensi penggunaan sel kukang sebagai model alami untuk mempelajari ketahanan sel dalam kondisi energi rendah. Meski masih butuh penelitian lebih lanjut, temuan ini membuka peluang besar dalam bidang medis dan eksplorasi luar angkasa jarak jauh.
Fakta
- Studi mengungkap kukang memiliki metabolisme paling lambat di antara semua mamalia, didukung oleh 'gen loncat' atau transposon dalam genomnya.
- Aktivitas transposon pada garis evolusi kukang terbentuk lebih dari 30 juta tahun lalu, setelah mereka berpisah dari trenggiling dan armadilo.
- Gen-gen tersebut terhubung dengan mitokondria dan metabolisme, diduga membentuk jalur genetik alternatif agar kukang tetap sehat meski energinya sangat rendah.
- Temuan ini bisa berimplikasi pada riset kesehatan manusia, termasuk diabetes, penuaan, dan penyakit neurodegeneratif.
- Penelitian dipublikasikan dalam jurnal BMC Biology oleh tim dari Leibniz Institute dan Hospital Sírio Libanês.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial
