Ilustrasi digital kalajengking raksasa Praearcturus gigas berdiri di tepi perairan purba dengan capit besar terangkat, latar belakang hutan Devonian dan langit suram.
Ilustrasi digital kalajengking raksasa Praearcturus gigas berdiri di tepi perairan purba dengan capit besar terangkat, latar belakang hutan Devonian dan langit suram.

Penemuan ini memberi konteks baru tentang predator purba, penting bagi teman yang tertarik sejarah kehidupan di Bumi.

Kalajengking terbesar sepanjang masa ditemukan Alur cerita dan fakta utama

Ilmuwan telah mengidentifikasi fosil purba berusia 415 juta tahun sebagai Praearcturus gigas, kalajengking terbesar yang pernah hidup. Spesimen yang awalnya dikira krustasea raksasa ini ditemukan di formasi geologi Inggris dan telah tersimpan di Natural History Museum selama lebih dari 150 tahun. Dengan panjang tubuh sekitar satu meter dan capit yang melebihi 76 milimeter, hewan ini menunjukkan ciri anatomi khas kalajengking purba.

Studi terbaru menggunakan tomografi sinar-X mengungkap bahwa Praearcturus gigas memiliki struktur capit masif dan ekstensi mirip sayap di perutnya. Temuan ini menunjukkan bahwa hewan ini kemungkinan besar adalah predator amfibi—berburu di darat dan air—karena ukurannya yang terlalu besar untuk bergantung hanya pada artropoda kecil di darat. Para peneliti menyebutnya sebagai predator puncak di masa Devon Awal.

Penemuan ini memajukan garis waktu evolusi artropoda raksasa, muncul 50 juta tahun sebelum Arthropleura, kaki seribu seukuran mobil. Kini, Inggris hanya dihuni satu spesies kalajengking invasif, kontras mencolok dengan kondisi purba yang pernah melahirkan predator seukuran ini.

Fakta

  • Praearcturus gigas adalah kalajengking terbesar yang pernah hidup, dengan panjang tubuh sekitar 1 meter.
  • Fosil berusia 415 juta tahun ini awalnya dideskripsikan pada 1871 sebagai krustasea, tetapi kini diidentifikasi ulang sebagai kalajengking.
  • Capit bergeraknya memiliki panjang lebih dari 76 milimeter, menunjukkan statusnya sebagai predator puncak.
  • Studi menggunakan tomografi sinar-X mengungkap fitur anatomi khas kalajengking, termasuk ekstensi mirip sayap di perut.
  • Para ilmuwan meyakini hewan ini bersifat amfibi, berburu di darat dan air untuk mendukung kebutuhan energi tubuhnya.
  • Penemuan ini memajukan garis waktu evolusi artropoda raksasa, muncul 50 juta tahun sebelum Arthropleura.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial