Ilustrasi Ria Ricis menjelaskan kondisi kesehatan hidungnya sebelum dan sesudah operasi plastik, dengan visual alur medis dan obat yang dikonsumsi.
Ilustrasi Ria Ricis menjelaskan kondisi kesehatan hidungnya sebelum dan sesudah operasi plastik, dengan visual alur medis dan obat yang dikonsumsi.

Perbaikan pernapasan setelah operasi memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti perjalanan kesehatan publik figur ini.

Ria Ricis Bongkar Alasan Oplas Hidung Alur cerita dan fakta utama

Ria Ricis membuka cerita tentang alasan kesehatan di balik operasi plastik hidung yang dia jalani. Ia mengungkapkan telah menderita deviasi septum sejak lama, dengan tulang hidung bengkok ke kiri, yang membuatnya kesulitan bernapas secara normal. Kondisi ini didiagnosis setelah pemeriksaan di RSCM, termasuk melalui pemeriksaan radiologi.

Selama lima tahun sebelum operasi, Ricis mengaku mengonsumsi obat keras bernama Iliadin hingga empat hingga lima kali sehari, padahal dosis normalnya hanya sekali dalam lima hari. Obat tersebut kini sulit ditemukan di pasaran karena kategorinya yang tergolong kuat dan berpotensi risiko jika digunakan berlebihan.

Setelah menjalani rhinoplasty, Ricis merasakan perbaikan signifikan pada fungsi pernapasannya. Selain manfaat medis, ia juga merasa bentuk hidungnya kini lebih proporsional. Pengakuannya menjadi sorotan karena mengangkat isu kesehatan yang sering terabaikan di balik prosedur estetika yang populer di kalangan publik figur.

Fakta

  • Ria Ricis menjalani operasi plastik hidung (rhinoplasty) karena deviasi septum yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Ia mengonsumsi obat keras Iliadin hingga 4–5 kali sehari selama 5 tahun, meski dosis normalnya sekali dalam 5 hari.
  • Deviiasi septum Ria Ricis dikonfirmasi melalui pemeriksaan di RSCM, dengan tulang hidung bengkok ke kiri.
  • Setelah operasi, fungsi pernapasannya membaik dan bentuk hidungnya lebih proporsional.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial