
Pertumbuhan laba dan kualitas aset yang sehat memberi konteks ringan untuk rekan atau investor yang mengikuti peluang saham bank.

Saham Bank Masih Menarik Alur cerita dan fakta utama
Sektor perbankan Indonesia mencatat kinerja positif pada empat bulan pertama 2026, didorong pertumbuhan laba dan kredit yang solid. Laba emiten bank tumbuh 8,7% year-on-year, sementara pertumbuhan kredit mencapai 11,7% secara tahunan. Pendapatan berbasis komisi tetap resilien dan biaya kredit turun menjadi 1,3%, mendukung kualitas aset yang membaik. Profitabilitas inti juga meningkat, tercermin dari kenaikan pre-provision operating profit (PPOP) sebesar 6,6% YoY.
Namun, tantangan muncul dari tekanan pada net interest margin (NIM) yang turun dari 5,0% menjadi 4,9% year-on-year. Faktor penyebabnya antara lain persaingan ketat dalam penyaluran kredit, kenaikan porsi kredit korporasi dengan imbal hasil lebih rendah, serta biaya dana yang tinggi akibat kenaikan suku bunga BI. Meski demikian, likuiditas sektor tetap kuat dengan pertumbuhan deposito 11,5% YoY dan rasio CASA membaik ke 71,5%.
Rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di level sehat 89,1%. RHB Sekuritas menilai pelemahan saham bank lebih dipengaruhi sentimen makro seperti pelemahan rupiah dan risiko peringkat kredit pemerintah, bukan fundamental sektor. Dengan kondisi ini, mereka melihat koreksi saham sebagai peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Fakta
- Laba bank tumbuh 8,7% year-on-year pada empat bulan pertama 2026.
- Pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai 11,7% YoY.
- Cost of credit (CoC) turun dari 1,4% menjadi 1,3%.
- Net interest margin (NIM) turun dari 5,0% menjadi 4,9% YoY.
- Pertumbuhan deposito mencapai 11,5% YoY dengan rasio CASA 71,5%.
- RHB Sekuritas menilai koreksi saham bank sebagai peluang akumulasi jangka panjang.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





