Ilustrasi tanaman kacang yang melepaskan sinyal kimia ke udara saat daunnya dimakan ulat, menarik tawon predator yang terbang mendekat untuk memangsa ulat tersebut.
Ilustrasi tanaman kacang yang melepaskan sinyal kimia ke udara saat daunnya dimakan ulat, menarik tawon predator yang terbang mendekat untuk memangsa ulat tersebut.

Tanaman kacang bisa panggil tawon lewat sinyal kimia saat ulat menyerang, memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik dengan pertahanan alami tumbuhan.

Tanaman Kacang Panggil Tawon Saat Diserang Ulat Alur cerita dan fakta utama

Tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris) memiliki kemampuan unik untuk memanggil bantuan saat diserang ulat grayak. Alih-alih pasif, tanaman ini mendeteksi molekul bernama In11 dalam air liur ulat, yang muncul saat hama mencerna daunnya. Deteksi ini memicu reseptor khusus di permukaan daun bernama INR, yang kemudian mengaktifkan dua lapis pertahanan sekaligus.

Lapisan pertama adalah respons internal: tanaman mengubah komposisi kimia daunnya sehingga lebih sulit dicerna oleh ulat. Dalam eksperimen, ulat yang memakan tanaman dengan reseptor INR aktif tumbuh 72,7% lebih lambat dibanding yang memakan tanaman mutan tanpa INR. Lapisan kedua adalah sinyal kimia yang dilepaskan ke udara, terutama senyawa seperti DMNT dan metil salisilat, yang menarik tawon predator dari genus Polybia dan Mischocyttarus.

Penelitian oleh tim Universitas Washington, Swiss, dan Meksiko ini dibuktikan melalui eksperimen laboratorium dan dua musim pengamatan di ladang Oaxaca. Tanaman dengan INR normal menarik lebih banyak tawon dan mengalami serangan hama yang lebih rendah. Hasilnya menunjukkan bahwa luka fisik saja tidak cukup — tanaman butuh deteksi spesifik terhadap kehadiran ulat.

Temuan ini membuka peluang untuk mengembangkan varietas tanaman dengan pertahanan alami yang lebih kuat, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Reseptor INR juga ditemukan pada spesies kacang-kacangan lain di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, yang bisa dimanfaatkan dalam sistem pertanian berkelanjutan.

Fakta

  • Tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris) mendeteksi molekul In11 dalam air liur ulat grayak melalui reseptor INR di permukaan daun.
  • Saat terdeteksi, tanaman melepaskan senyawa kimia seperti DMNT dan metil salisilat yang menarik tawon predator dari genus Polybia dan Mischocyttarus.
  • Eksperimen di Oaxaca, Meksiko (2023–2024) menunjukkan tanaman dengan INR aktif mendapat 40% lebih banyak kunjungan tawon dibanding tanaman mutan tanpa INR.
  • Ulat yang memakan tanaman dengan INR aktif tumbuh 72,7% lebih lambat karena perubahan kimia daun yang memperlambat pencernaan.
  • Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Mei 2026 oleh tim dari Universitas Washington, Swiss, dan Meksiko.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial