
Peluang Jerman di Piala Dunia 2026 bisa jadi menarik untuk diikuti teman yang menyukai sepak bola internasional.

Jerman Kembali ke Tanah Keberuntungan Alur cerita dan fakta utama
Timnas Jerman akan tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Benua Amerika, kawasan yang mereka anggap membawa keberuntungan setelah menjadi juara pada edisi 2014 di Brasil. Saat itu, Jerman menjadi satu-satunya negara Eropa yang pernah memenangkan Piala Dunia di Benua Amerika, menurut catatan FIFA. Pada edisi mendatang, Jerman tergabung dalam Grup E bersama tim debutan Curacao, Pantai Gading dari Afrika, dan Ekuador sebagai kuda hitam dari Amerika Selatan.
Jerman lolos ke putaran final setelah finis sebagai juara Grup A Kualifikasi Eropa dengan 15 poin dari enam pertandingan. Ini menjadi penampilan ke-21 mereka secara keseluruhan dan ke-19 secara beruntun sejak pertama kali tampil pada 1934. Tim ini bertekad bangkit setelah dua edisi terakhir selalu tersingkir di fase grup.
Julian Nagelsmann, pelatih muda yang ditunjuk sejak September 2023, memimpin skuad yang tetap diperkuat pemain-pemain berpengalaman seperti Joshua Kimmich dan kembalinya Manuel Neuer dari pensiun internasional. Selain itu, performa Angelo Stiller bersama VfB Stuttgart juga menjadi sorotan jelang turnamen. Jerman juga memiliki tradisi kuat di turnamen besar, dengan empat gelar Piala Dunia (1954, 1974, 1990, 2014) dan tiga gelar Euro (1972, 1980, 1996).
Fakta
- Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 di Brasil, satu-satunya tim Eropa yang pernah juara di Benua Amerika.
- Jerman lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup A Kualifikasi Eropa dengan 15 poin dari enam laga.
- Manuel Neuer kembali dari pensiun internasional untuk tampil di Piala Dunia 2026.
- Jerman tergabung di Grup E bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador.
- Pelatih Jerman saat ini adalah Julian Nagelsmann, ditunjuk sejak September 2023.
- Jadwal Jerman: vs Curacao (15/6/2026), vs Pantai Gading (21/6/2026), vs Ekuador (26/6/2026).
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





