Ilustrasi dua pemimpin negara berdiri saling berhadapan dengan latar belakang bendera AS dan Brasil, simbol ketegangan diplomatik atas penetapan geng kriminal sebagai teroris.
Ilustrasi dua pemimpin negara berdiri saling berhadapan dengan latar belakang bendera AS dan Brasil, simbol ketegangan diplomatik atas penetapan geng kriminal sebagai teroris.

Ketegangan diplomatik ini memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti dinamika keamanan regional.

AS Cap Geng Brasil sebagai Teroris, Lula Bereaksi Alur cerita dan fakta utama

Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan dua kelompok kriminal Brasil, Komando Merah (Comando Vermelho) dan Komando Ibu Kota Pertama (PCC), sebagai organisasi teroris. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang menyebut kedua kelompok sebagai entitas kriminal paling kejam di Brasil dengan jaringan ilegal yang menyebar hingga ke wilayah AS. Penetapan ini memberi otoritas hukum lebih luas bagi AS untuk melakukan tindakan penegakan hukum, intelijen, dan kontra-pemberontakan terhadap kelompok tersebut dan aset global mereka.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengecam keras keputusan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk campur tangan yang merendahkan kedaulatan negara demokratis. Lula menegaskan bahwa Brasil mampu menangani kelompok kriminalnya sendiri tanpa intervensi luar, dan mengingatkan AS agar tidak memperlakukan Brasil seperti 'republik kecil yang tidak berarti'. Ia juga menyoroti bahwa senjata dari AS banyak diselundupkan ke Brasil, memperparah kekerasan lokal.

Langkah AS ini terjadi dalam konteks kebijakan pemerintahan Trump yang mulai menargetkan geng kriminal transnasional sebagai teroris sejak 2025, termasuk kartel Meksiko. Sementara negara berhaluan kanan seperti Ekuador dan Honduras mendukung langkah ini, Brasil dan negara kiri-tengah lainnya menolaknya. Brasilia menilai label teroris tidak tepat secara hukum dan politis, serta bisa merusak kerja sama bilateral meski keduanya baru sepakat kerja sama melawan perdagangan narkoba dan senjata pada April 2026.

Fakta

  • AS menetapkan Komando Merah (CV) dan PCC sebagai organisasi teroris pada 30 Mei 2026.
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut kedua kelompok sebagai kriminal paling kejam di Brasil.
  • Presiden Lula mengecam keputusan AS, memperingatkan agar tidak mengganggu kedaulatan dan demokrasi Brasil.
  • AS menggunakan label teroris untuk memperluas tindakan hukum dan intelijen terhadap kelompok kriminal sejak 2025.
  • Brasil menuntut AS menyerahkan pelaku kriminal Brasil yang bersembunyi di AS sebagai balasan.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial