
Temuan jejak empat generasi bintang di Terzan 5 memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti evolusi galaksi awal.

Fosil Galaksi Kuno Ditemukan di Pusat Bima Sakti Alur cerita dan fakta utama
Astronom telah mengonfirmasi bahwa Terzan 5, gugus bintang di pusat Bima Sakti, bukanlah gugus biasa melainkan sisa dari sistem bintang purba yang sangat masif. Dengan bantuan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb dan Hubble, peneliti berhasil mengidentifikasi empat populasi bintang berbeda di dalamnya, terbentuk pada 12,5 miliar, 4,7 miliar, 3,8 miliar, dan 2,5 miliar tahun lalu. Keberadaan empat generasi ini menunjukkan bahwa sistem ini mampu mempertahankan materialnya sendiri dari ledakan supernova, tanpa perlu pasokan gas dari luar.
Temuan ini penting karena membantah asumsi sebelumnya bahwa Terzan 5 adalah gugus bintang bola biasa. Justru sebaliknya, objek ini dianggap sebagai 'fosil galaksi'—sisa dari struktur besar yang terbentuk di masa awal alam semesta dan bertahan hingga kini. Karena lokasinya yang padat dan penuh gangguan debu, wilayah pusat Bima Sakti selama ini sulit diteliti, sehingga data inframerah Webb menjadi kunci untuk mengungkap detail bintang-bintang redup di dalamnya.
Terzan 5 kini dipandang sebagai laboratorium alami untuk mempelajari evolusi tonjolan galaksi (galactic bulge) pada galaksi spiral seperti Bima Sakti. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics dan diyakini akan mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana struktur pusat galaksi terbentuk dan bertahan selama miliaran tahun.
Fakta
- Astronom mengonfirmasi Terzan 5 sebagai sisa sistem bintang purba di pusat Bima Sakti menggunakan data Webb dan Hubble.
- Terzan 5 memiliki empat populasi bintang yang terbentuk 12,5 miliar, 4,7 miliar, 3,8 miliar, dan 2,5 miliar tahun lalu.
- Sistem ini mampu mempertahankan materialnya sendiri dari ledakan supernova tanpa pasokan gas dari luar.
- Temuan ini membantah teori bahwa Terzan 5 adalah gugus bintang bola biasa.
- Penelitian resmi dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics pada 17 Juni 2026.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





