
Temuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu ekosistem tersembunyi di bawah tanah.

Jaringan Jamur Raksasa di Bawah Tanah Alur cerita dan fakta utama
Para ilmuwan telah berhasil memetakan jaringan jamur mikoriza arbuskular global yang membentang di bawah permukaan Bumi, mengungkap sistem kehidupan tersembunyi yang memainkan peran krusial dalam ekosistem darat. Dengan panjang lebih dari 110 kuadriliun kilometer—setara hampir sepersepuluh diameter galaksi Bima Sakti—jaringan filamen jamur atau hifa ini menjadi salah satu struktur biologis terbesar di planet ini. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science ini menggabungkan data dari lebih dari 16.000 sampel tanah dari 300 penelitian sebelumnya, dianalisis menggunakan machine learning untuk memprediksi kepadatan jaringan hifa per kilometer persegi.
Jamur mikoriza arbuskular berfungsi sebagai jembatan antara tanaman dan tanah, membantu penyerapan air dan nutrisi sekaligus mengunci karbon dalam jumlah besar. Biomassa total jaringan ini mencapai sekitar 300 megaton—empat hingga enam kali lipat dari seluruh biomassa manusia di Bumi. Sekitar 40% massa jamur ditemukan di ekosistem padang rumput dataran tinggi dan lahan basah seperti Taman Nasional Everglades di Florida, wilayah yang kini menghadapi ancaman deforestasi dan konversi lahan.
Meski ukurannya luar biasa, jaringan bawah tanah ini masih kurang terlindungi dan jarang menjadi fokus konservasi. Para peneliti dari Society for the Protection of Underground Networks (SPUN) menekankan pentingnya perlindungan ekosistem ini, mengingat 70% tanaman darat bergantung pada jamur mikoriza. Namun, perusakan habitat seperti pembabatan padang rumput—yang dianggap lebih mudah daripada menebang hutan—mengancam keberlangsungan sistem yang telah mendukung kehidupan selama jutaan tahun.
Fakta
- Jaringan jamur mikoriza arbuskular membentang lebih dari 110 kuadriliun kilometer di bawah tanah Bumi.
- Panjang jaringan tersebut setara hampir 12.000 tahun cahaya atau sepersepuluh diameter galaksi Bima Sakti.
- Biomassa jaringan jamur mencapai 300 megaton, empat hingga enam kali lipat dari biomassa seluruh manusia.
- Sekitar 70% tanaman darat bergantung pada jamur mikoriza untuk menyerap air dan nutrisi.
- Sekitar 40% massa jamur ditemukan di padang rumput dataran tinggi dan lahan basah seperti Everglades.
- Penelitian menggunakan data dari 16.000 lebih sampel tanah dan diprediksi dengan machine learning.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





