
Perubahan struktur ini memberi konteks penting bagi rekan atau kolega yang mengikuti perkembangan BUMN farmasi.

Kimia Farma Tunggu Restu Lepas dari Holding BUMN Alur cerita dan fakta utama
Pemerintah Indonesia sedang menjalankan agenda penataan ulang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk di sektor farmasi. Sebagai bagian dari rencana tersebut, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) akan dilepaskan dari struktur holding yang dipimpin PT Bio Farma (Persero). Proses ini dikenal sebagai deholdingisasi, yang saat ini masih menunggu arahan resmi dari pihak pengelola BUMN, yaitu Danantara. Kimia Farma akan langsung berada di bawah kendali Danantara, sementara Bio Farma difokuskan pada pengembangan dan produksi vaksin.
Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa, menegaskan bahwa perusahaan hanya menunggu pelaksanaan dari pihak induk, karena inisiatif ini datang dari Danantara, bukan dari internal Kimia Farma. Perusahaan saat ini berstatus sebagai objek dalam proses penyederhanaan struktur BUMN. Rencana ini sejalan dengan upaya pemerintah merampingkan lebih dari 1.000 entitas BUMN dan anak usahanya menjadi sekitar 250 perusahaan.
Perubahan struktur ini juga mencakup kajian terhadap nasib PT Kimia Farma Apotek (KFA), anak usaha Kimia Farma. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa Bio Farma tidak akan lagi menjadi induk perusahaan bagi Kimia Farma maupun Kimia Farma Apotek, karena kedua entitas memiliki model bisnis yang berbeda. Keputusan akhir masih menunggu proses kajian lebih lanjut.
Fakta
- PT Kimia Farma (KAEF) menunggu arahan resmi dari Bio Farma terkait rencana deholdingisasi dari holding farmasi BUMN.
- Pemerintah merampingkan lebih dari 1.000 entitas BUMN menjadi sekitar 250 perusahaan melalui Danantara.
- Kimia Farma akan langsung berada di bawah Danantara, sementara Bio Farma difokuskan pada riset dan produksi vaksin.
- PT Kimia Farma Apotek (KFA) masih dalam tahap kajian terkait skema pengelolaan baru.
- Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan Bio Farma tidak lagi menjadi induk Kimia Farma maupun Kimia Farma Apotek.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





