
Perbaikan kinerja Kimia Farma setelah pemangkasan produk memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti pemulihan BUMN farmasi.

Kimia Farma Balikkan Rugi Jadi Laba Alur cerita dan fakta utama
PT Kimia Farma (Persero) Tbk mencatat perbaikan signifikan dalam kinerja keuangan di kuartal I-2026. Perusahaan berhasil membalikkan kerugian bersih sebesar Rp443,35 miliar pada 2025 menjadi laba bersih Rp123,63 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Pencapaian ini didukung oleh pendapatan bersih sebesar Rp2,03 triliun dan EBITDA sebesar Rp154 miliar. Langkah strategis efisiensi biaya menjadi penopang utama pemulihan, termasuk penekanan beban pokok penjualan (COGS) menjadi Rp1,2 triliun dan beban usaha sebesar Rp270 miliar.
Rasionalisasi produk juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Kimia Farma menghentikan produksi 181 produk yang tidak lagi relevan atau menguntungkan, sehingga jumlah portofolio produk berkurang dari 675 menjadi 494 pada 2025. Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan fokus pada lini produk yang lebih kompetitif.
Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menyebut perbaikan ini sebagai hasil dari disiplin biaya dan restrukturisasi portofolio yang konsisten. Meski demikian, tantangan jangka panjang seperti daya saing pasar farmasi dan keberlanjutan inovasi masih perlu diwaspadai dalam pemulihan jangka menengah perusahaan.
Fakta
- Kimia Farma membukukan laba bersih Rp123,63 miliar di kuartal I-2026 setelah rugi Rp443,35 miliar sepanjang 2025.
- Pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp2,03 triliun dengan EBITDA Rp154 miliar pada periode tersebut.
- Kimia Farma melakukan rasionalisasi 181 produk, mengurangi portofolio dari 675 menjadi 494 produk pada 2025.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





