Poster film Masters of the Universe (2026) dengan He-Man memegang pedang di depan kastil Eternia, latar belakang langit ungu dan petir menyambar.
Poster film Masters of the Universe (2026) dengan He-Man memegang pedang di depan kastil Eternia, latar belakang langit ungu dan petir menyambar.

Kembalinya He-Man ke layar lebar memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti waralaba klasik ini.

He-Man Kembali, Tapi Filmnya Terancam Gagal Alur cerita dan fakta utama

Film live-action 'Masters of the Universe' (2026) kembali menghadirkan He-Man setelah puluhan tahun, diproduksi oleh Amazon MGM Studios dengan anggaran besar. Meski mendapat sambutan positif dari penonton di media sosial, film ini terancam gagal secara komersial di box office global. Hingga kini, pendapatan film hanya mencapai USD 87,3 juta, jauh di bawah biaya produksi sebesar USD 170 juta.

Performa yang lesu dipengaruhi oleh ulasan kritikus yang terbelah dan ketatnya persaingan di bioskop, termasuk dengan film seperti 'Backrooms' dan 'Obsession' yang lebih sukses. Namun, Amazon memiliki strategi distribusi berbeda: mereka tidak hanya mengandalkan pendapatan teatrikal, tetapi juga potensi jangka panjang di platform streaming Prime Video.

Sutradara Travis Knight menyatakan ketertarikannya untuk membuat sekuel, meski keputusan akhir diserahkan pada respons pasar. Adegan post-credit film sengaja menyisakan celah untuk kelanjutan cerita. Nasib waralaba kini bergantung pada performa digital dan keterlibatan penonton di masa mendatang.

Fakta

  • Film 'Masters of the Universe' (2026) dibuat dengan biaya produksi USD 170 juta (Rp2,77 triliun).
  • Hingga Juni 2026, film hanya meraup USD 87,3 juta (Rp1,42 triliun) secara global.
  • Ulasan kritikus terbelah, meski penonton umum merespons positif.
  • Film bersaing ketat dengan 'Backrooms' dan 'Obsession' yang lebih sukses.
  • Amazon tetap membuka peluang sekuel lewat Prime Video meski box office mengecewakan.
  • Sutradara Travis Knight ingin lanjutkan cerita, tapi serahkan keputusan pada pasar.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial