
Timnas Turki kembali gagal melaju dari fase grup, pola yang terus berulang sejak Euro 2016, memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti dinamika timnas Eropa.

Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026 Alur cerita dan fakta utama
Timnas Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup. Mereka kalah 0-2 dari Australia dan 0-1 dari Paraguay, membuat mereka tidak bisa lagi lolos ke babak berikutnya meski masih menyisakan satu laga kontra tuan rumah Amerika Serikat. Turki lolos ke putaran final lewat jalur play-off setelah mengalahkan Rumania dan Kosovo, tetapi performa mereka di turnamen utama jauh dari ekspektasi.
Ini bukan kali pertama Turki mengalami antiklimaks di turnamen besar. Pada Euro 2016, mereka tampil mengecewakan meski sempat mengalahkan Belanda di kualifikasi. Di Euro 2020, mereka bahkan tidak meraih satu poin pun setelah kalah dari Italia, Wales, dan Swiss. Meski diperkuat pemain-pemain seperti Hakan Çalhanoğlu dan Burak Yılmaz, performa tim selalu anjlok saat turnamen dimulai.
Kini, federasi dan pelatih Vincenzo Montella harus membangun ulang strategi menyambut Euro 2028 dan kualifikasi Piala Dunia 2030. Dengan jumlah peserta Piala Dunia yang kini mencapai 48 tim, peluang lolos lebih terbuka, tetapi tantangan utama tetap ada: membuktikan bahwa Turki bukan sekadar pelengkap, melainkan pesaing serius di level internasional.
Fakta
- Timnas Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Australia dan 0-1 dari Paraguay di Grup D.
- Turki lolos ke putaran final lewat play-off dengan mengalahkan Rumania dan Kosovo.
- Ini adalah kegagalan berulang bagi Turki, setelah juga tersingkir di Euro 2016 dan Euro 2020 meski lolos dengan performa bagus di kualifikasi.
- Pelatih Senol Günes mundur setelah kegagalan Euro 2020, digantikan oleh Vincenzo Montella.
- Turki masih menyisakan satu laga kontra tuan rumah Amerika Serikat, tetapi hasilnya tidak akan mengubah nasib mereka.
- Sejak Piala Dunia 2026, jumlah peserta meningkat menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara seperti Turki untuk lolos.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





