Ilustrasi konflik Israel-Iran dengan rudal dan peta Timur Tengah, menunjukkan serangan balik setelah gencatan senjata.
Ilustrasi konflik Israel-Iran dengan rudal dan peta Timur Tengah, menunjukkan serangan balik setelah gencatan senjata.

Eskalasi ini memberi konteks penting bagi rekan atau teman yang mengikuti dinamika Timur Tengah.

Israel dan Iran Saling Serang Lagi Alur cerita dan fakta utama

Ketegangan kembali memuncak antara Israel dan Iran setelah periode gencatan senjata di Timur Tengah. Pada 7-8 Juni 2026, Iran meluncurkan 11 rudal ke Israel sebagai respons atas serangan sebelumnya, namun seluruhnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel. Israel membalas dengan serangan udara ke fasilitas strategis di Iran barat dan tengah, termasuk pabrik petrokimia di Mahshahr. Serangan balik ini terjadi meskipun mantan Presiden AS Donald Trump secara langsung meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas. Konflik ini juga melibatkan ancaman terkait Lebanon, karena Iran menuntut penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah di selatan Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan damai permanen.

Fakta

  • Pada 7 Juni 2026, Iran menembakkan 11 rudal ke Israel, semua dicegat tanpa korban jiwa.
  • Israel membalas pada 8 Juni 2026 dengan serangan udara ke fasilitas di Iran barat dan tengah, termasuk pabrik petrokimia di Mahshahr.
  • Donald Trump menghubungi Netanyahu untuk mencegah pembalasan, tetapi serangan tetap terjadi.
  • Iran mengklaim menyerang pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof sebagai respons atas serangan Israel.
  • Baik Netanyahu maupun Pezeshkian menyatakan siap menahan diri, tapi juga mengancam balasan jika agresi berlanjut.
  • Iran bersikeras konflik di Lebanon harus diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan damai permanen.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial