Ilustrasi dua pesantren dengan panel surya, tempat daur ulang, dan siswa sedang menanam pohon, dengan ikon metrik keberlanjutan mengambang di atasnya.
Ilustrasi dua pesantren dengan panel surya, tempat daur ulang, dan siswa sedang menanam pohon, dengan ikon metrik keberlanjutan mengambang di atasnya.

Pemeringkatan berkelanjutan untuk madrasah dan pesantren ini memberi konteks ringan bagi teman atau rekan yang sedang mengikuti isu pendidikan Islam dan lingkungan.

Sistem Baru Ukur Keberlanjutan Madrasah Alur cerita dan fakta utama

Tim peneliti dari UIN Raden Intan Lampung (RIL) sedang mengembangkan sistem pemeringkatan keberlanjutan khusus untuk madrasah dan pesantren di Indonesia, bernama Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric). Riset ini didanai oleh Program MoRA The AIR Funds 2025 dan bertujuan mengisi celah evaluasi, karena selama ini sistem pemeringkatan berkelanjutan hanya fokus pada perguruan tinggi, bukan lembaga pendidikan Islam tingkat dasar dan menengah.

SIEMetric menggabungkan prinsip ekoteologi Islam—yang menempatkan manusia sebagai khalifah penjaga alam—dengan konsep ekonomi sirkular seperti pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sumber daya. Sistem ini akan mengukur aspek pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, dan integrasi nilai Islam dalam budaya sehari-hari lembaga.

Studi pendahuluan telah dilakukan di sejumlah lembaga, termasuk MAN 3 Sleman, Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, Pondok Pesantren Al Fatah Natar, dan MAN 1 Bandar Lampung. Tim mengamati praktik nyata seperti budaya kebersihan, tata kelola sampah, dan penerapan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran. Hasil akhir yang ditargetkan adalah platform digital SIEMetric yang bisa digunakan secara nasional.

Pengembangan alat ini diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pendidikan berkualitas, aksi perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Fakta

  • Tim peneliti UIN Raden Intan Lampung mengembangkan SIEMetric, sistem pemeringkatan keberlanjutan untuk madrasah dan pesantren.
  • Riset ini didanai oleh Program MoRA The AIR Funds 2025 dan telah melakukan studi awal di Lampung dan Yogyakarta.
  • Lembaga yang diteliti antara lain MAN 3 Sleman, Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, Pondok Pesantren Al Fatah Natar, dan MAN 1 Bandar Lampung.
  • SIEMetric menggabungkan ekoteologi Islam dan ekonomi sirkular untuk mengukur pengelolaan lingkungan, sumber daya, dan limbah.
  • Target akhir adalah platform digital yang bisa digunakan madrasah dan pesantren secara nasional.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial