Ilustrasi kapal tanker minyak di Selat Hormuz dengan simbol peringatan dan bendera AS serta Iran, menunjukkan ketegangan atas kontrol jalur pelayaran strategis.
Ilustrasi kapal tanker minyak di Selat Hormuz dengan simbol peringatan dan bendera AS serta Iran, menunjukkan ketegangan atas kontrol jalur pelayaran strategis.

Pernyataan Trump soal Selat Hormuz memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti dinamika keamanan maritim Timur Tengah.

Trump: Tidak Ada Tol di Selat Hormuz, Kecuali AS yang Tetapkan Alur cerita dan fakta utama

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan ada biaya tol untuk kapal yang melintas Selat Hormuz selama periode gencatan senjata 60 hari. Pernyataan ini disampaikan melalui platform media sosial Truth Social, menegaskan bahwa satu-satunya pihak yang bisa menerapkan tarif adalah Amerika Serikat sendiri, jika kesepakatan damai dengan Iran gagal tercapai. Tarif tersebut diklaim sebagai bentuk ganti rugi atas peran AS sebagai 'Malaikat Pelindung' keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.

Namun ketegangan kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon selatan. Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang baru diteken. Komando militer Iran, Khatam-al Anbiya, menyatakan bahwa langkah ini adalah respons awal dan akan ada tindakan lebih lanjut jika agresi berlanjut.

Di tengah situasi ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan pasukannya tetap hadir dan waspada di kawasan. Mereka melaporkan 55 kapal komersial berhasil melewati selat pada Sabtu (20/6), dan jalur pelayaran internasional masih terbuka. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, dengan sepertiga pasokan minyak global melewatinya setiap hari.

Fakta

  • Donald Trump menyatakan tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari gencatan senjata, kecuali jika diterapkan oleh AS sendiri.
  • Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada 20 Juni 2026 sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon selatan.
  • Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan 55 kapal komersial berhasil melewati Selat Hormuz pada Sabtu (20/6), dan jalur tetap terbuka.
  • Trump menyebut AS bisa menerapkan tarif sebagai ganti rugi atas peran keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.
  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran disebut sebagai respons terhadap pelanggaran perjanjian oleh musuh, dengan ancaman langkah lebih lanjut.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial