Ilustrasi seorang pria di ruang perawatan kecantikan tiba-tiba kolaps setelah suntik filler, dengan pasangan yang panik memeluknya.
Ilustrasi seorang pria di ruang perawatan kecantikan tiba-tiba kolaps setelah suntik filler, dengan pasangan yang panik memeluknya.

Kematian Kendal Ascher mengingatkan risiko prosedur kecantikan yang sering dianggap aman, konteks penting bagi rekan atau teman yang mempertimbangkan perawatan serupa.

Eksekutif Estée Lauder Meninggal Usai Suntik Filler Alur cerita dan fakta utama

Wakil Presiden Estée Lauder, Kendal Ascher, meninggal dunia pada 25 Februari setelah menjalani suntik filler kosmetik. Pemeriksa medis menyatakan penyebab kematiannya adalah emboli paru akibat benda asing—dalam hal ini bahan filler—yang menyumbat arteri paru-paru. Kejadian ini terjadi di apartemennya di New York, saat ia tiba-tiba pingsan dan meninggal dalam pelukan pasangannya.

Dokter kulit kosmetik Dr. Kenneth Mark menjelaskan bahwa meskipun jarang, risiko emboli paru bisa terjadi jika bahan filler secara tidak sengaja disuntikkan langsung ke pembuluh darah. Kasus serupa pernah terjadi pada wanita 26 tahun yang meninggal 18 jam setelah suntik filler bokong. Prosedur pencangkokan lemak gluteal memang dikenal memiliki risiko tinggi kematian.

Filler wajah umumnya dianggap aman bila dilakukan oleh dokter bersertifikasi dengan pemahaman anatomi wajah yang mendalam. Namun, kasus ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko medis yang terkait prosedur kecantikan invasif, meskipun dilakukan secara rutin dan dianggap minim risiko.

Fakta

  • Wakil Presiden Estée Lauder, Kendal Ascher, meninggal pada 25 Februari 2026 setelah suntik filler kosmetik.
  • Penyebab kematiannya adalah emboli paru akibat benda asing dari filler yang menyumbat arteri paru-paru.
  • Ascher pingsan dan meninggal dalam pelukan pasangannya di apartemen New York setelah mengeluh pusing dan lemas.
  • Dokter menjelaskan risiko emboli paru sangat jarang terjadi pada filler wajah, tetapi bisa terjadi jika bahan masuk ke pembuluh darah.
  • Filler dianggap aman bila dilakukan oleh dokter bersertifikasi dengan pengetahuan anatomi wajah yang memadai.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial