Ilustrasi dua tangan bersalaman di atas peta Timur Tengah dengan latar belakang Selat Hormuz dan simbol nuklir yang redup.
Ilustrasi dua tangan bersalaman di atas peta Timur Tengah dengan latar belakang Selat Hormuz dan simbol nuklir yang redup.

Kesepakatan ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti perkembangan diplomatik di Timur Tengah.

AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai Alur cerita dan fakta utama

Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai secara lisan untuk mengakhiri konflik berbulan-bulan yang sempat mengganggu stabilitas kawasan Teluk. Draf perjanjian mencakup pembukaan kembali aset miliaran dolar Iran yang selama ini dibekukan, pelonggaran sanksi ekspor minyak, serta komitmen Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu. Pakistan berperan sebagai mediator dalam proses diplomasi ini.

Salah satu isu krusial yang masih dalam pembahasan adalah nasib program nuklir Iran. AS menuntut pembongkaran fasilitas nuklir dan pemusnahan stok uranium yang diperkaya, sementara Iran ingin tetap menyimpan uranium tersebut dalam bentuk yang telah diencerkan. Kedua pihak telah menyetujui rancangan teks perjanjian, dan penandatanganan awal diperkirakan bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan, kemungkinan besar di Jenewa, Swiss.

Meski ada kemajuan diplomatik, ketegangan militer belum sepenuhnya reda. Pasukan AS baru-baru ini menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri Iran yang dianggap mengancam jalur pelayaran internasional. Komando Pusat AS (CENTCOM) memastikan jalur pelayaran tetap aman. Di sisi lain, pasar global merespons positif perkembangan ini dengan turunnya harga minyak Brent lebih dari 3 persen dan penguatan bursa saham global.

Namun, Israel tidak terlibat dalam kesepakatan ini. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tetap mempertahankan kebebasan bertindak demi melindungi keamanan nasionalnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada terobosan diplomatik antara AS dan Iran, dinamika keamanan regional tetap kompleks.

Fakta

  • AS dan Iran mencapai kesepakatan lisan untuk mengakhiri konflik berbulan-bulan pada Juni 2026.
  • AS akan membuka aset miliaran dolar Iran dan melonggarkan sanksi minyak sebagai imbalan dibukanya kembali Selat Hormuz.
  • Program nuklir Iran akan dibahas dalam negosiasi selama 60 hari ke depan.
  • Pakistan berperan sebagai mediator dalam perundingan damai tersebut.
  • Penandatanganan kesepakatan diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan, kemungkinan di Jenewa, Swiss.
  • Israel tidak terlibat dalam kesepakatan dan tetap mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman keamanan.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial