
Proses damai ini memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti ketegangan Timur Tengah.

Trump Hampir Sepakati Damai dengan Iran Alur cerita dan fakta utama
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan berada di ambang kesepakatan damai yang bisa mengakhiri konflik panjang antara kedua negara. Presiden Donald Trump menyatakan dokumen final sedang diselesaikan dan penandatanganan bisa terjadi dalam hitungan hari. Inti dari kesepakatan ini adalah jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, serta pembukaan kembali Selat Hormuz untuk menstabilkan pasar energi global.
Namun, proses damai ini menghadapi hambatan besar dari luar: Israel. Pengamat hubungan internasional Arman Mahmoudian menilai bahwa meskipun Trump bisa menjamin AS tidak akan menyerang Iran, ia hampir tidak mungkin memberi jaminan serupa atas nama Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama ini menjadi penentang keras terhadap Iran, terutama soal program nuklir dan pengaruh regionalnya.
Iran sendiri menuntut dua hal utama: jaminan keamanan dari serangan militer dan pencabutan sanksi ekonomi. Ekonomi Iran telah tertekan berat akibat sanksi internasional dan konflik berkepanjangan. Jika Israel melakukan serangan sepihak setelah kesepakatan ditandatangani, kepercayaan Iran terhadap jaminan keamanan bisa runtuh. Dengan demikian, meski Washington dan Teheran semakin dekat, masa depan perdamaian kini banyak ditentukan oleh Tel Aviv.
Fakta
- Donald Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran hampir selesai dan dokumen final sedang dirampungkan pada 12 Juni 2026.
- Pengamat Arman Mahmoudian menyatakan Israel bisa menggagalkan kesepakatan karena Trump tidak bisa menjamin tindakan militer Israel.
- Iran menuntut jaminan keamanan dari serangan dan pencabutan sanksi ekonomi sebagai syarat utama perdamaian.
- Wakil Presiden AS JD Vance akan hadir dalam penandatanganan yang direncanakan di Eropa.
- Israel selama ini menekan Iran keras terkait program nuklir dan pengaruh regionalnya.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





