
Perkembangan teknologi dalam sepak bola memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti perubahan di balik layar pertandingan.

Teknologi Canggih yang Guncang Piala Dunia 2026 Alur cerita dan fakta utama
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi ajang olahraga paling ambisius secara teknologi. Seluruh aspek pertandingan, dari keputusan wasit hingga keamanan stadion, diperkuat oleh inovasi digital terkini. Salah satu contoh nyata terlihat saat gol Swedia ke Tunisia yang sempat dianulir karena offside, namun dibatalkan setelah sensor di bola pintar Trionda mendeteksi sentuhan tipis Alexander Isak yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Teknologi utama yang digunakan termasuk bola Adidas Trionda dengan sensor IMU yang membaca 500 data per detik, sistem offside semi-otomatis berbasis AI dan kamera 3D, serta platform Football AI Pro dari FIFA yang menyediakan analisis taktik dan fisik setara untuk semua tim, termasuk debutan. Ini bertujuan mengurangi ketimpangan teknologi antara negara besar dan kecil.
Di luar lapangan, stadion menggunakan digital twin untuk memantau arus penonton secara real-time, sementara keamanan diperkuat oleh robot anjing di Meksiko dan sistem facial recognition di sejumlah stadion AS untuk akses dan pembayaran tanpa tiket fisik. Semua inovasi ini menandai transformasi besar dalam pengalaman sepak bola global.
Fakta
- Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan 48 tim peserta.
- Bola resmi Adidas Trionda memiliki sensor IMU yang membaca 500 data per detik untuk deteksi kontak.
- Sistem offside semi-otomatis menggunakan 16 kamera per stadion dan menghasilkan 150 juta titik data per pertandingan.
- FIFA menyediakan platform Football AI Pro berbasis Lenovo AI Factory untuk semua tim, termasuk debutan.
- Stadion di AS seperti Gillette dan Hard Rock mulai gunakan facial recognition untuk akses dan pembayaran.
- Robot anjing senilai 2,5 juta peso digunakan untuk keamanan di stadion Meksiko saat insiden.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





