Ilustrasi kapal perang AS berpatroli di Selat Hormuz dengan latar belakang kapal tanker dan simbol minyak, menggambarkan ketegangan geopolitik atas jalur maritim strategis.
Ilustrasi kapal perang AS berpatroli di Selat Hormuz dengan latar belakang kapal tanker dan simbol minyak, menggambarkan ketegangan geopolitik atas jalur maritim strategis.

AS mengklaim peran pengaman Selat Hormuz, konteks penting bagi rekan yang mengikuti dinamika energi global.

Trump: AS Malaikat Pelindung Selat Hormuz Alur cerita dan fakta utama

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS berhak memungut tarif di Selat Hormuz sebagai imbalan atas perannya melindungi lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut. Ia menyebut kapal-kapal AS sebagai 'Malaikat Pelindung' bagi negara-negara Timur Tengah. Pernyataan ini muncul setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai dengan AS, namun kemudian menutupnya lagi sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon.

Trump menegaskan tidak akan ada tol selama 60 hari masa gencatan senjata, tetapi AS bisa menarik tarif jika kesepakatan damai gagal tercapai. Ia juga mengancam Iran dengan pernyataan keras: jika Selat Hormuz ditutup lagi, Iran 'tidak akan punya negara'. Ancaman ini dilontarkan setelah perundingan teknis AS-Iran di Swiss batal digelar.

Sejak Februari 2026, Iran sempat menutup Selat Hormuz, menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak global dan membuat harga minyak melonjak. Sebelum konflik, sekitar 100–120 kapal tanker melewati selat itu setiap hari. Kini, meski sempat terbuka, lalu lintas belum pulih sepenuhnya. Analis minyak Matt Smith mencatat hanya 25 kapal yang melintas pada 18 Juni, jauh di bawah normal.

Fakta

  • Donald Trump menyatakan AS berhak menarik tarif di Selat Hormuz sebagai 'Malaikat Pelindung' bagi kapal negara lain.
  • AS menjamin tidak ada tol selama 60 hari gencatan senjata dengan Iran, tetapi bisa menarik tarif jika kesepakatan damai gagal.
  • Iran menutup kembali Selat Hormuz pada 20 Juni sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon, meski sebelumnya telah membukanya pasca-kesepakatan damai.
  • Trump mengancam Iran: 'Jika kalian menutupnya, kalian tidak akan punya negara.'
  • Sebelum perang Februari 2026, 100–120 kapal tanker lewat Selat Hormuz per hari; pada 18 Juni hanya 25 kapal yang tercatat melintas.
  • AS mengancam akan mengambil 20 persen minyak yang lewat Selat Hormuz jika Iran tidak bekerja sama.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial